Maksimalkan Perbaikan Gizi Penurunan Stunting Melalui Dana Desa
SB, SAMPIT - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Dra Rinie sangat mendukung penuh gerakan cepat penangannan stunting dengan mengoptimalkan dana desa untuk perbaikan gizi.
Ketua DPRD Kotim mengatakan, Survey Status Gizi Indonesia (SSGl) 2021 Kabupaten Kotim 32,5 persen, sedangkan pada 2022 hanya 27,9 persen. Pada 2021 Berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarkat (E- PPGBM) 23,2 persen sedangkan pada 2022 diangka 22,6 persen.
“Kalau kita lihat dari data tersebut masih banyak balita yang mengalami masalah gizi yang belum dirujuk atau mendapatkan penanganan, masih rendahnya pemberian makanan tambahan di posyandu yang kayak akan protein hewani. Kepatuhan ibu hamil minum tablet tambah masih rendah dan masih kurangnya penyuluhan dan konseling gizi di masyarakat,” sebut Rinie, Senin (20/3/2023).
Pemerintah Daerah dan DPRD bersama – sama fokus penanganan stunting dan memberikan perhatian khusus menekan prevelensi stunting, guna memastikan kualitas SDM Kotim lebih baik.
“Jadi optimaliskan anggaran daerah dan pelaksanaan program secara terintegrasi pada perangkat daerah dan lintas sektor,” pinta legislator Fraksi PDI Perjuangan itu.
Selain itu, dirinya juga mendorong peran masyarakat peduli akan stunting seperti kegiatan pos bunda tanggap stunting, pos gizi masyarakat, gerakan bersama berantas stunting dan lainnya.
“Nah peran seperti ini perlu keterlibatan dunia usaha dan peran pihak ketiga, khususnya di wilayah tempat kerja seperti pemberian makanan tambahan dan penyediaan air bersih dan maksimalkan peran desa melalui dana desa,” tukasnya. (f1/sb)