Lewati ke konten utama
DPRD Kapuas

Komisi II DPRD Kapuas Ingatkan Jangan Ada Gagal Panen Padi

Redaksi 13-06-2023, 07:39 WIB 1 menit baca
Suasana Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPRD Kapuas bersama mitra kerja, pada Senin (12/6/2023). FOTO : TRIONO
Suasana Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPRD Kapuas bersama mitra kerja, pada Senin (12/6/2023). FOTO : TRIONO

SB, KUALA KAPUAS - Kejadian gagal panen padi akibat serangan hama tungro tahun lalu, agar tidak terulang kembali dan dipersiapkan langkah antisipasi. Menyikapi hal tersebut, Komisi II DPRD Kabupaten Kapuas menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama mitra kerja antara lain Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kapuas, pada Senin (12/6/2023).

"Kita ingin kejadian gagal panen padi tidak terjadi lagi, jadi harus dipersiapkan dengan baik oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait," tegas Ketua Komisi II DPRD Kapuas, H Ahmad Baihaqi yang memimpin rapat, didampingi Wakil Ketua Komisi II DPRD H Darwandie, SH., MH., dan Anggota Komisi II DPRD Algrin Gasan, S.Hut.

Lanjut Baihaqi rapat ini bertujuan merencanakan kesiapan, antisipasi, dan menyamakan persepsi upaya mencegah serangan penyakit hama virus tungro di beberapa wilayah pertanian di Kabupaten Kapuas, agar seperti yang terjadi Tahun 2022 lalu tidak lagi terjadi.

"Kita bersama-sama membantu petani tang tidak lain masyarakat Kabupaten Kapuas, agar tidak gagal panen," jelas Baihaqi dihadapan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kapuas Kusmiatie, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Eddie Dese, dan Camat Dadahup Karya Jaya Y Singam.

"Kami meminta kepada instansi terkait, segera untuk membenahi, dan mengevaluasi masalah tanaman padi masyarakat petani, agar hasil produksi petani tidak terjadi lagi adanya penyakit hama virus tungro," tandasnya.

Ditempat yang sama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kapuas H Darwandie menambahkan, ada catatan penting bahwa di tahun 2023 ini, ada tanda-tanda terjadi kegagalan lagi, karena masih adanya serangan hama wereng hijau, ulat grayak dan adanya serangan dari burung, yang di tahun sebelumnya tidak ada.

"Itu harus diantisipasi saat ini adanya cuaca ekstrem yang berpengaruh, dan berkontribusi terhadap kemungkinan kegagalan panen," tegasnya. (tri)

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard