seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Jaksa Agung: Serap Makna Arti Berkurban di Iduladha 1444 Hijriah

by Redaksi - Tanggal 27-06-2023,   jam 01:06:22
Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin secara simbolis menyerahkan hewan kurban. (FOTO:ISTIMEWA) Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin secara simbolis menyerahkan hewan kurban. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, JAKARTA - Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin menyerahkan hewan kurban untuk perayaan Hari Raya Iduladha 1444 Hijriah, bertempat di depan Gedung Utama Kejaksaan Agung, Selasa 27 Juni 2023.

Dikesempatam itu, Burhanuddin menyampaikan Idul Adha atau Idul Qurban merupakan perwujudan dari makna pengorbanan, dengan cara mendekatkan diri kepada Allah melalui mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Iduladha mengandung pesan-pesan mulia berupa nilai pengorbanan dan kemanusiaan yang bersifat universal. Momen ini juga sebagai bentuk takzim dalam mewarisi keteladanan dari Nabi Mulia, Nabi Ibrahim.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan betapa pentingnya mempertahankan dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah, dengan meneladani keikhlasan dan kepasrahan berkurban tanpa keraguan demi menjalankan perintah Allah SWT. Atas dasar keteladanan tersebut, setidaknya terdapat tiga makna penting peringatan Idul Adha yaitu:

Pertama, makna berkurban adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT;

Kedua, dengan berkurban, manusia diajarkan untuk saling berbagi dengan sesama;

Ketiga, dengan berkurban, keikhlasan dari manusia diuji terutama dari sifat rakus dan tamak akan harta dunia yang mereka senangi.

Jaksa Agung mengatakan, bahwa penyembelihan hewan kurban tidak semata sebagai ritual simbolik belaka untuk menggugurkan kewajiban bagi yang mampu, guna berbagi daging hewan kurban kepada orang-orang yang berhak.

“Lebih dari itu, penyembelihan hewan kurban ini harus dimaknai untuk meningkatkan soliditas dan solidaritas, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, khususnya bagi sesama insan Adhyaksa, dengan meningkatkan jiwa korsa untuk kebaikan dan keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, khususnya dalam mewujudkan keadilan di tengah masyarakat,” ujar Jaksa Agung.

Selain itu, Jaksa Agung menyampaikan pesan moral yang sangat substansial dalam memaknai momen Idul Adha ini, yakni tidak adanya perbedaan status diantara sesama manusia karena semua manusia di hadapan Allah adalah sama.

“Kita harus menghilangkan jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Saya meminta segenap umat Islam yang ada di Kejaksaan Republik Indonesia untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, sekaligus menumbuhkan rasa rela berkorban untuk bangsa dan negara, khususnya bagi institusi Kejaksaan Republik Indonesia,” imbuhnya. (sb/*)