seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Sekretaris KPU Pulpis Ditahan, Diduga Korupsi APD Pilgub

by Redaksi - Tanggal 06-07-2023,   jam 06:32:46
Sekretaris KPU Pulpis US (baju orange) saat akan dibawa ke Rutan Kelas IIB Kapuas. FOTO : KEJARI PULANG PISAU Sekretaris KPU Pulpis US (baju orange) saat akan dibawa ke Rutan Kelas IIB Kapuas. FOTO : KEJARI PULANG PISAU

SB, PULANG PISAU - Penyidik Kejaksaan Negeri Pulang Pisau resmi menetapkan Sekretaris KPU Kabupaten Pulang Pisau US sebagai tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19 pada Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2020 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (5/7/2023).

Penyidik juga menahan tersangka US dan setelah dilakukan pemeriksaan, langsung dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kuala Kapuas.

Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau dr. Priyambudi SH MH, membenarkan Tim Penyidik Kejari Pulang Pisau yang dipimpin Kasi Pidsus Achmad Ridwan telah menetapkan US selaku Sekretaris KPU Pulang Pisau merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam Pengadaan Perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19 pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Tahun 2020 di KPU Kabupaten Pulang Pisau.

"US telah ditetapkan sebagai tersangka setelah Tim Penyidik yang dipimpin Kasi Pidsus Achmad Riduan memperoleh dua alat bukti, ditambah dengan hasil audit kerugian negara dari Inspektorat Kabupaten Pulang Pisau," ungkap Priyambudi. 

"Selanjutnya untuk keperluan proses penyidikan, maka dilakukan penahanan untuk 20 hari kedepan terhadap tersangka US," tegas Priyambudi.

Kajari menjelaskan dalam proses penyidikan, Tim Penyidik Kejari Pulang Pisau menemukan adanya perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara dalam kegiatan pengadaan APD yang bersumber dari dana hibah APBN kepada Pemkab Pulang Pisau, kemudian digunakan KPU dalam rangka penyelenggaraan Pilgub dan Wagub Kalteng tahun 2020.

"Selanjutnya Tim Penyidik juga berkolaborasi dengan Inspektorat Pulang Pisau untuk melakukan Perhitungan Kerugian Negara dan didapatkan hasil audit yakni sebesar Rp.241.097.818, " jelasnya.

Priyambudi mengatakan tersangka US memenuhi panggilan Penyidik di Kantor Kejaksaan Negeri Pulang Pisau untuk menjalani pemeriksaan pada Rabu, 05 Juli 2023 sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan selanjutnya Tim Penyidik Kejari Pulang Pisau menetapkan US sebagai Tersangka dengan sangkaan melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1) atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang- undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang - Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana. 

"Sekitar pukul 17.00 WIB, Jaksa Penyidik membawa tersangka US ke Rutan Kelas IIB Kapuas untuk dilakukan penahanan yang sebelumnya terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Tim Medis Dinas Kesehatan Pulang Pisau. Penahanan tersebut dilakukan untuk memudahkan proses hukum selanjutnya, berupa pemberkasan maupun tindakan penyidikan lainnya, " pungkasnya. (dm)