seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Gara-Gara Mantan Tunangan, Dua Mahasiswi di Palangka Raya Berseteru

by Redaksi - Tanggal 22-07-2023,   jam 04:14:13
Dua mahasiswi saat dilakukan mediasi oleh Ketua Tim Virtual Bidhumas Polda Kalteng, H Shamsudin. (FOTO:ISTIMEWA) Dua mahasiswi saat dilakukan mediasi oleh Ketua Tim Virtual Bidhumas Polda Kalteng, H Shamsudin. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Dua orang mahasiswi di Kota Palangka Raya berseteru di media sosial, bahkan menimbukan ujaran kebencian lantaran tak terima diputus mantan tunangan.

Yaitu Bunga (22) nama samaran yang sudah bertunangan dengan sebut saja Kumbang (25), harus kandas di tengah jalan sebelum melangsungkan pernikahan.

Kandasnya pertunangan ini, rupanya masih mengganjal di hati Bunga karena tidak lama setelah itu, Kumbang berpacaran dengan Melati (21) seorang mahasiswi satu kampus dengan Bunga lalu memutuskan untuk menikah.

Bunga yang diduga masih belum "move on", beberapa kali membuat status di media sosial yang diduga menyindir Melati dan mengarah ke ujaran kebencian.

Merasa terganggu dan tidak tenang, Melati yang saat ini sedang hamil lalu curhat ke Ketua Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng H Shamsudin atau kerap disapa Cak Sam.

Tak lama setelah itu, Bunga juga curhat ke Cak Sam, bahwa ia merasa masa lalu dan nama baiknya dicemarkan oleh Melati.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Drs Nanang Avianto melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji mengungkapkan, setelah menerima curhatan dari dua mahasiswi tersebut, kemudian pihaknya melakukan mediasi.

"Kami berusaha menyelesaikan masalah tersebut dengan mediasi karena diduga masalah ini timbul karena ada kesalahpahaman dan saling berprasangka," tutur Erlan, Sabtu (22/7/2023).

Setelah dimediasi cukup alot, akhirnya kedua mahasiswi satu kampus tersebut dengan disaksikan oleh Kumbang, mengakui kesalahannya dan saling meminta maaf.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, apabila ada permasalahan hendaknya diselesaikan dengan cara baik-baik dan jangan disampaikan ke media sosial apalagi mengandung ujaran kebencian," tutupnya. (sb)