Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Lima Desa di Kotim Usulkan Pembangunan SLTA

Redaksi 01-09-2023, 03:45 WIB 1 menit baca
Anggota DPRD Kalteng, Fajar Hariady. (FOTO:ISTIMEWA)
Anggota DPRD Kalteng, Fajar Hariady. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA –Demi menyerap aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil). Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Fajar Hariady melaksanakan reses perorangan. Dirinya melakasanakan reses ke Dapil II terutama di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Selama reses itu dirinya mengunjungi sejumlah ke camatan hingga desa, salah satu yang dikunjungi adalah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Masyarakat menyampaikan aspirasinya terkait pembangunan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Negeri. Sekira ada lima desa yang mengusulkan pembangunan SLTA.

"Ada Lima desa itu yakni Pelangsian, Bengkuang Makmur, Eka Bahurui, Bapanggang Raya, dan Bapeang. Bukan tanpa alasan usulan itu disampaikan, karena memang SLTA terdekat memiliki jarak yang cukup jauh dari ke Lima desa itu," ucapnya, Jumat (01/09/2023).

Selain jarak yang jauh, masalah lain yang dihadapi oleh kelima desa tersebut yaitu terkait sistem zonasi. Mengingat dalam ketentuan sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2023, jarak maksimal hanya 10 KM. Sehingga bisa dipastikan, warga setempat akan kesulitan untuk masuk ke SLTA Negeri yang tersedia.

“Padahal masyarakat setempat bersedia mendukung pembangunan SLTA itu. Misalnya, Desa Bapeang yang mengusulkan pembangunan SMK bahkan sudah mempersiapkan tanah atau hibah seluas 3 hektare. Sedangkan untuk usulan SLTA di Desa Pelangsian, Bangkuang Makmur dan Eka Bahurui lokasinya belum ada,” ungkap Fajar.

Dirinya sangat berharap agar usulan bisa ditindak lanjuti oleh pemprov melalui instansi terkait. Sebab, kondisi seperti ini sangat menyulitkan masyarakat untuk mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah yang ada di sana, lantaran jarak yang begitu jauh sekolahnya. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard