Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Penghapusan Pertalite Perlu Kajian Cermat dan Mendalam

Redaksi 06-09-2023, 02:59 WIB 1 menit baca
Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalteng, Sengkon. (FOTO:YUDHA)
Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalteng, Sengkon. (FOTO:YUDHA)

SB, PALANGKA RAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyoroti Rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) Pertalite RON 90 yang bersubsidi dengan Pertamax Green RON 92.

Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalteng, Sengkon, mengatakan, rencana penghapusan Pertalite tersebut tentu akan melalui berbagai pertimbangan. Akan tetapi, kebijakan yang diambil jangan sampai membebani masyarakat.

“Rencana pengalihan subsidi ke Pertamax, Kami rasa belum saatnya namun kita kan juga belum mengetahui mekanisme penghitungannya bagaimana. Kami berharap keputusan itu tidak membebani masyarakat,” ujarnya diruang Komisi II DPRD, Rabu (6/9/2023).

Sengkon menilai, rencana penghapusan Pertalite ke Pertamax Green 92 mempunyai tujuan baik, yakni dalam rangka mengurangi emisi karbon dari kendaraan. Akan tetapi, pemerintah harus mengkaji secara cermat dan mendalam, jangan sampai kebijakan membawa dampak negatif bagi kegiatan sosial ekonomi masyarakat.

“Kami melihat, rencana itu mempunyai tujuan yang baik, hanya saja waktunya yang belum pas. Harapan kami, kompensasi penghapusan itu teralisasi, karena jika ada subsidi yang sesuai maka beban masyarakat juga akan berkurang,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kondisi masyarakat saat ini masih belum siap untuk menerima perubahan tersebut. Mengingat kondisi perekonomian masyarakat masih dalam proses pemulihan pasca pandemi Covid-19, kalau memang dirasa mendesak tentunya harus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard