seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Kuasa Hukum Masyarakat Sebut Penyerangan Diduga Tak Terima Ditegur

by Redaksi - Tanggal 13-09-2023,   jam 10:53:07
Pani korban pengeroyokan saat mendapatkan perawatan medis dan segera dilakukan tindakan operasi akibat luka serius. (FOTO:ISTIMEWA) Pani korban pengeroyokan saat mendapatkan perawatan medis dan segera dilakukan tindakan operasi akibat luka serius. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Kasus penganiayaan hingga berujung tewasnya seorang pria bernama Saudi di lokasi perkebunan kelapa sawit Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotim masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

Hingga sampai kemarin, Selasa (12/9/2023) pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalteng bersama Polres Kotim sudah memeriksa 12 orang saksi dalam insiden berdarah tersebut.

Kuasa hukum masyarakat Desa Pelantaran, Ornela Monty mengatakan jika pagi kemarin, Selasa (12/9/2023) salah satu korban luka parah bernama Pani akan menjalani operasi atas sejumlah luka yang dideritanya dalam aksi pengeroyokan tersebut.

Ia pun membantah tegas narasi yang berkembang jika masyarakat melakukan penyerangan terlebih dulu terhadap massa yang diduga suruhan Hok Kim di dalam kebun yang kini masih dalam proses hukum tersebut.

"Fakta di lapangan, pihak Hok Kim lah yang dulu berada di dalam kebun dan sudah menduduki kebun itu sekitar dua Minggu terakhir," tegasnya.

Berdasarkan penuturan dari korban, saat itu ia (Pani) bersama Saudi (korban tewas) mendatangi orang yang panen dari pihak Acen dan menegur mereka secara baik-baik supaya jangan melakukan aksi panen karena kebun masih dalam proses sengketa.

Atas teguran itu ternayata mereka tersinggung dan langsung melakukan penyerangan dengan membacok kedua korban. Upaya perlawanan kemudian dilakukan hingga terjadi tragedi berdarah tersebut.

Sedangkan warga yang lain pun mendengar ada suara keributan langsung menuju lokasi dan melihat kedua korban sudah tergeletak bersimbah darah. Sedangkan sekelompok orang yang melakukan sudah melarikan diri dari lokasi saat warga datang menolong.

"Saudi meninggal dunia saat sampai di Puskesmas Pundu. Kini jenazahnya sudah disemayamkan di kampung halamannya di Banjarmasin dan Pani segera dilakukan perawatan medis," jelas Ornela.

Nela mengungkapkan kasus penganiayaan ini telah dilaporkan ke Polda Kalteng dan sudah dalam proses penyelidikan oleh petugas.

"Sudah kita laporkan malam kemarin setelah kejadian. Kita tunggu saja prosesnya," ungkapnya. (sb/*)