Petugas kepolisian ketika melakukan Olah TKP di lokasi kebakaran, Rabu (13/9/2023). (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, PALANGKA RAYA – Tim Inafis dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palangka Raya diturunkan untuk melakukan olah TKP dan pemasangan garis polisi di titik awal kebakaran di Kompleks Sosial, Jalan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palanga Raya, Rabu (13/9/2023) pagi.
Kebakaran yang terjadi menjelang Salat Magrib tersebut setidaknya menghanguskan 30 rumah warga dan 11 rumah terdampak dalam musibah itu. Dan rasa duka pun terus menyelimuti masyarakat di pemukiman padat penduduk itu saat melihat puing-puing bangunan rumah mereka.
Di kawasan pemukiman itu, terpantau Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa didampingi Kasat Reskrim Kompol Ronny M Nababan dan Kapolsek Pahandut Kompol Saipul Anwar datang untuk meninjau lokasi kebakaran tersebut.
Budi Santosa mengatakan, bahwa pada peristiwa kebakaran ini ada sebanyak 30 rumah ludes terbakar, sedang rumah terdampak seperti dipecahkan kaca rumah dan dilakukan pembasahan ada sekitar 11 rumah sehingga totalnya mencapai 41.
“Kami masih melakukan pemeriksaan, keterangan dari beberapa saksi memang ada satu rumah menjadi titik awalnya munculnya api. Kami akan meminta keterangan beberapa saksi terlebih dahulu,” katanya di lokasi kejadian.
Disebutkannya, bahwa Tim Inafis juga telah melakukan Olah TKP di titik yang sudah disampaikan saksi. Keterangan dari saksi akan diambil agar nantinya bisa dicocokan guna menentukan penyebab kebakaran tersebut.
“Untuk barang bukti yang diambil dari Olah TKP ini, kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut lagi. Kami akan kumpulkan terlebih dahulu dan dilakukan pendataan ulang,” paparnya.
Dari pihak Pemerintah Kota Palangka Raya juga sudah menyiapkan dapur umum dan posko pengungsian bagi warga yang terdampak peristiwa kebarakan ini, khususnya yang sudah tidak lagi memiliki tempat tinggal.
“Pada peristiwa kebakaran ini, terdapat tiga warga dan satu relawan pemadam kebakaran yang menjadi korban luka-luka. Masing-masing ada yang dirawat di RSUD Doris Sylvanus dan juga RS Bhayangkara,” pungkasnya. (rk/sb)