Tampak para korban dan masyarakat sedang melihat lokasi kebakaran di Jalan Mendawai. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, PALANGKA RAYA – Peristiwa kebakaran puluhan rumah di Kompleks Sosial, Jalan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya pada Selasa (12/9/2023) lalu masih membekas dibenak para korban.
Bahkan sesekali mereka hanya bisa menatap puing-puing kebakaran tempat mereka dilahirkan dan dibesarkan itu.
Tidak ada satupun harta benda yang tersisa dalam musibah itu, bahkan salah satu korban bernama Jhonatan mengaku dia bersama keluarga tidak bisa menyelamatkan barang-barang, selain pakaian yang digunakan saat kejadian.
Karena waktu kejadian api dengan cepat membesar dan membakar puluhan rumah yang berdekatan tersebut, sehingga setidaknya 30 rumah ludes terbakar dan 11 rumah lainnya mengalami dampak dalam musibah itu.
"Semua sudah habis terbakar termasuk dua motor saya dan semua barang-barang yang ada di rumah juga ikut habis terbakar. Tetapi saya bersyukur karena kami sekeluarga bisa selamat dari kobaran api yang sudah membakar setengah bangunan saat itu,” katanya saat ditemui wartawan ini, Jumat (15/8/2023).
Dirinya mengaku, dalam musibah kebakaran itu dirinya mengalami lukan bakar bagian bahu kiri, namun sudah mendapat perawatan oleh tim medis yang diturunkan oleh pemerintah ke lokasi.
"Saat ini saya dan keluarga tinggal di tempat keluarga di dekat sini, bahu kiri saya mengalami luka bakar dan beberapa luka goresan di sekitar kaki saya. Tetapi saya masih bisa bersyukur kami bisa selamat dalam kejadian itu,” terangnya.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dan kepedulian yang datang mulai dari Walikota Palangka Raya, Gubernur Kalimantan Tengah, Relawan dan juga dari warga Kota Palangka Raya sendiri yang ikut membantu para korban. (f2/sb)