Petugas berusaha memadamkan kabakaran lahan yang berada didekat jalan raya. (FOTO:BPBD KOTIM)
SB, SAMPIT - Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Selatan Kabupaten Kotim yakni Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit sulit dijangkau petugas karena lokasi kebakaran sangat jauh.
"Kebakaran di Desa Lempuyang, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan tiga hari ini belum reda dan semakin meluas. Kami sangat kesulitan menjangkau karena lokasinya sangat jauh ditambah dengan luasnya semak belukar,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam, Sabtu (16/9/2023).
Ia mengatakan, tim gabungan bersama 3 unit mobil tangki dan 1 unit mobil suplai air dikerahkan untuk melakukan pemadaman di lokasi tersebut. Namun, upaya pemadaman mengalami kesulitan karena titik api yang cukup jauh dari jalan dan sulit dijangkau melalui jalur darat.
Selain itu, minimnya sumber air juga menjadi kendala petugas pasalnya sumber air di kawasan tersebut cukup jauh dari TKP, sementara beberapa sumber air terdekat kapasitasnya tidak cukup untuk pemadaman bahkan untuk memenuhi 1 mobil tangki saja belum bisa.
"Untuk di lahan perkebunan sudah padam, api aktif di daerah semak belukar dan lokasi terbakar masih posisi tidak ada hujan. Kami kendala di air dan sangat sulit menggunakan kendaraan darat,” terangnya.
Sedangkan, terkait luasan yang terbakar belum bisa dipastikan namun menurutnya sudah lebih dari 10 hektare lahan yang terbakar pada kejadian tersebut. (f1/sb)