Petugas kepolisian pada saat mendatangi TKP di lokasi pertama kali orok bayi ditemukan, Sabtu (16/9/2023) lalu.(FOTO:ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA - Penemuan orok bayi yang terjadi di wilayah Tangkiling hingga kini masih menyisakan misteri. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman guna dapat mengungkap kebenaran kejadian tersebut.
Sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian telah dimintai keterangan oleh aparat kepolisian. Pihak kepolisian akan terus berupaya untuk mencari oknum yang telah membuang jasad janin bayi yang diduga hasil aborsi tersebut.
Kapolsek Bukit Batu Ipda Iwan Kushadinoto mengatakan, pada peristiwa penemuan orok bayi itu, pihaknya sudah memeriksa dan meminta sejumlah keterangan saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Sejauh ini kami telah meminta keterangan terhadap tiga orang saksi atas kejadian tersebut,” katanya saat dihubungi awak media melaui whatsapp, Rabu (20/9/2023).
Ketika disinggung mengenai apakah sudah ada yang dicurigai sebagai pelaku atau orang tua dari janin bayi yang tewas mengapung itu, pihaknya belum dapat memberkan secara luas.
“Belum ada yang kami curigai sebagai orang tua dari orok bayi itu. Kami masih lidik,“ tutupnya.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, bahwa penemuan mayat bayi itu terjadi di Gang Nelayan ujung kawasan Pelabuhan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu. Penemuan itu berlangsung, pada Sabtu (16/9/2023) sore kemarin sekitar pukul 17.30 WIB.
Tim kepolisian dari Unit Identifikasi ketika itu segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), guna membantu mengungkap kedudukan peristiwa tersebut, jasad bayi itu dilarikan ke RSUD Doris Sylvanus guna dilakukan visum et repertum. (rk/sb)