ILUSTRASI (FOTO:NET)
SB, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah lokasi menyebabkan Kota Palangka Raya diselimuti kabut asap tebal, serta sekarang berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berada diangka 209 PM atau kualitas udara sangat tidak sehat.
Hal ini berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat dan berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, kasus Infeksi Saluran Pernapasaran Akut (ISPA) di bulan September ini meningkat derastis yaitu berjumlah 2.675 kasus.
Pada pada bulan Januari 2023, kasus ISPA di Kota Palangka Raya sebanyak 2.291 kasus dan mengalami penurunan pada bulan Febuari sebanyak 1.890 kasus, Maret 1.936 kasus dan April 2.007 kasus.
“Untuk bulan Mei-Juli jauh mengalami penurunan. Untuk bulan Mei banyak 894 kasus, Juni 898 kasus dan Juli 629 kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, drg Andjar Hari Purnomo melalui pesan singkat whatsapp, Rabu (27/9/2023).
Akan tetapi katanya, maraknya terjadi Karhutla belakangan ini berdampak teradap peningkatan kasus pada ISPA pada bulan Agustus dan September.
“Pada Agustus meningkat kembali menjadi 1.740 kasus dan September sebanyak 2.675 kasus. Rata-rata yang mengalami adalah kelompok rentan, balita dan lanjut usia atau lansia,” ujarnya.
Disampingi itu dirinya mengimbau agar masyarakat Kota Palangka Raya senantiasa memantau kualitas udara (salah satunya bisa melalui aplikasi ISPU.net). Apabila kualitas udara kurang bagus agar nembatasi aktivitas di luar rumah atau gedung. Kalau terpaksa beraktivitas di luar agar memakai masker.
Ada tiga langkah sekarang ini yang perlu diperhatikan masyarakat, diantaranya adalah istirahat dengan cukup. Dalam sehari, biasakan tidur selama 7–8 jam setiap malam. Tidur adalah waktu bagi tubuh untuk memperbarui sel-sel dan membangun kembali tenaga yang telah terkuras.
Konsumsi cairan dalam jumlah cukup. Pada kasus kabut asap akibat kebakaran hutan, mengonsumsi air putih hangat adalah langkah yang baik.
Mengonsumsi suplemen. Konsumsi suplemen vitamin C sesuai dengan resep dokter bisa dilakukan. Hal yang harus diperhatikan, Anda tetap mesti mengutamakan vitamin C yang bersumber dari buah maupun sayuran. (sb)