Usut Tragedi Desa Bangkal, Wadirkrimum Polda Kalteng: Masih Menunggu Hasil Puslabfor
SB, PALANGKA RAYA - Puluhan mahasiswa kembali menggeruduk Markas Komando Polda Kalimantan Tengah untuk menuntut atas tragedi yang terjadi di Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan, pada Senin (23/10/2023) siang.
Massa aksi yang menamakan mereka sebagai Aliansi Gerakan Mahasiswa Palangka Raya (Gempar) itu sudah melakukan dua kali aksi serupa. Namun sayang, pada demonstrasi yang digelar itu Kapolda Kalteng tak kunjung turun untuk menemui mereka.
Pada kesempatan itu, yang hadir mewakili adalah Wadirkrimum Polda Kalteng AKBP Devy Firmansyah untuk membeberkan hasil pengembangan penanganan kasus tersebut.
Devy mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya masih menunggu hasil dari penelitian yang dilakukan Tim Puslabfor Mabes Polri atas kejadian tersebut.
“Uji balistik dilakukan terkait proyektil yang ditemukan pada tubuh korban. Oleh sebab itu, saat ini kami masih menunggu hasil dari uji baliktik yang sedang dilakukan oleh Mabes Polri,” katanya.
Sambungnya, bahwa hingga saat ini proses penyelidikan terhadap tragedi yang terjadi di Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan itu masih terus dilakukan dan berjalan.
“Pada kasus ini kami menggunakan metode Scientific Crime Investigation untuk dapat mengungkap secara tuntas,” urainya.
Pihaknya juga turut melakukan pemeriksaan 45 anggota pengamanan yang ada di lokasi kejadian dan sejumlah masyarakat setempat. Diperiksanya masyarakat tentu untuk mengetahui bagaimana kejadian tersebut.
Untuk melakukan penyelidikan, pihaknya tidak hanya melakukan komunikasi tidak bisa satu arah, karena ada masyarakat saat kejadian tersebut terjadi. Pihaknya ingin mengetahui seperti apa dan bagaimana kejadian tersebut terjadi, agar informasi berkembang dan tidak bias.
“Tim Puslabfor juga masih melakukan pemeriksaan uji balistik terhadap senjata yang dipergunakan pada kasus tersebut. Saat ini sudah ada sekitar 35 senjata yang dilakukan uji,” tandasnya. (rk/sb)