Petugas ketika sedang melakukan pemadaman karhutla di Kota Palangka Raya, beberapa waktu lalu. FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, PALANGKA RAYA - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Palangka Raya kini mulai berkurang akibat hujan yang sering mengguyur beberapa pekan terakhir ini.
Berdasarkan data yang didapat dari BPBD Palangka Raya yang diupdate pada Senin 23 Oktober 2023 terdapat 623 kejadian karhutla dengan luasan 795,91 hektare lahan sepanjang tahun ini.
Plt Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Berlianto mengatakan, karhutla ini terbagi sebanyak 312 terjadi di Kecamatan Jekan Raya, 89 di Kecamatan Pahandut, 216 di Kecamatan Sebangau dan Kecamatan Bukit Batu mengalami 6 kejadian.
“Untuk karhutla di wilayah Kota Palangka Raya kini telah mengalami penurunan angka peristiwa dalam seharinya. Saat ini hanya didapati sekitar dua sampai tiga kali kejadian dalam sehari,” katanya, Selasa (24/10/2023).
Menurut pria yang juga mendapat sebagai Kasatpol PP Palangka Raya, bahwa sebelumnya karhutla di Kota Palangka Raya ini dalam seharinya dapat mencapai 10 lokasi titik hotspot. Hal itu menyebabkan sempat terjadinya kabur asap.
“Meski demikian kejadi karhutla masih ada, kami terus lakukan langkah dalam penanggulangan terhadap bencana tersebut agar dapat dikendalikan secara bersama-sama,” tutupnya. (rk/sb)