Lewati ke konten utama
HUKUM

Akhiri Hidup dengan Gantung Diri, Warga Bangaris Tewas Tinggalkan Istri dan Dua Anak

Redaksi 29-10-2023, 07:43 WIB 1 menit baca
Kondisi IA ketika ditemukan dalam keadaan gantung diri dengan kondisi terduduk. (FOTO:ISTIMEWA)
Kondisi IA ketika ditemukan dalam keadaan gantung diri dengan kondisi terduduk. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Masyarakat yang bermukim di Jalan Bangaris, Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut dibuat gempar dengan adanya insiden bunuh diri yang dilakukan salah satu warganya.

Perbuatan nekat itu dilakukan oleh seorang pria berinisial IA. Lelaki berusia 20 tahun itu mengakhiri diri hidupnya dengan cara menggantung dirinya menggunakan tali tambang di kediamannya, pada Minggu (29/10/2023) dini hari.

Insiden itu pertama kali diketahui oleh keluarga korban setelah mendapatkan telepon dari istri korban yang memberikan informasi bahwa korban mengandam hendak mengakhiri hidupnya.

Setelah didatangi ke kediamannya, korban didapat telah dalam kondisi terduduk dengan tali menjerat di bagian leher. Korban kemudian segera dievakuasi oleh pihak keluarga dengan melepas tali tambang yang menjerat leher.

Kapolsek Pahandut Kompol Saipul Anwar mengatakan, tali yang digunakan korban untuk gantung diri, yaitu tali tambang warna coklat yang diikat di kayu kasau rumah. Sedangkan pakaian yang digunakan korban baju kaos warna coklat dan celana pendek warna krem.

 “Penyebab korban nekat gantung diri diduga kuat karena depresi dengan kondisi rumah tangganya. Korban ini memiliki seorang isitri dan dua anak. Sebelum ditemukan gantung diri, istri korban memberitahu ke saksi bahwa korban hendak gantung diri melalui voice note,” katanya.

Di TKP juga telah hadir keluarga besar korban, baik orang tua kandung dan paman serta bibinya. Setelah rembug keluarga besar, mereka menolak untuk dilakukan visum dan menerima dengan ikhlas kepergian korban dan selanjutnya jasad korban dibawa ke rumah orang tuanya untuk disemayamkan.

“Dengan peristiwa meninggalnya korban ini dari pihak keluarga menolak untuk di lakukan Visum, dan menerima dengan ikhlas peristiwa meninggalnya korban. Korban saat ini dibawa ke rumah orang tuanya di Jl. Nyai Undang,” tutupnya. (rk/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard