seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ibu Mengaku Bocah Disemak-Semak Anaknya, Pihak RS Minta Dilakukan Tes DNA

by Redaksi - Tanggal 03-11-2023,   jam 01:44:41
Tampak anak yang ditemukan di semak-semak dibelakang SPBU Jalan Tjilik Riwut Km 8 sudah berangsur membaik. (FOTO:ISTIMEWA) Tampak anak yang ditemukan di semak-semak dibelakang SPBU Jalan Tjilik Riwut Km 8 sudah berangsur membaik. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Seorang ibu menduga bocah yang ditemukan di belakang SPBU Jalan Tjilik Riwut Km 8 Sampit merupakan anaknya yang hilang 2 tahun lalu.

Terkait orang tua yang mengaku kehilangan anak dengan melihat ciri-ciri yang mirip, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit menyarankan untuk melakukan tes DNA.

"Rupa balita bisa saja mengalami perubahan seiring masa pertumbuhan dan waktu. Kita tidak bisa menggunakan data kecocokan tanda lahir, rentang waktu kehilangan dan kemiripan wajah. Harus dibuktikan secara ilmiah,” kata Kepala Bidang Pelayanan medik RSUD dr Murjani Sampit, Yulia Nofiany, Jumat (3/11/2023).

Dirinya menjelaskan, untuk membuktikan hal itu biasanya pihak rumah sakit akan mengikuti prosedur medis yang dimana sudah melalui persetujuan dari pihak berwajib dengan menerima surat pernyataan dengan memeprhatikan kondisi pasien saat ini.

Itu sama halnya dengan arahan wakil bupati Kotim, bahwa kalau memang keluarganya mau lakukan tes DNA dipersilahkan namun tunggu kondisi anaknya membaik. Dan harus melalui persetujaun keluarga karena biaya tes DNA cukup mahal dikisaran Rp 10 jutaan.

"Rupa itu subjektif. Kami juga terkendala peralatan karena tidak bisa mengukur usianya. Karena itu, apabila ada orang tua yang mengaku kehilangan ini merasa memiliki kesamaan pada anaknya yang hilang, tetap perlu pemeriksaan tes DNA,” kembali disampainya. (f1/sb)