Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, drg Andjar Purnomo. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA - Sepanjang tahun 2023 ini, tercatat ada ratusan masyarakat di Kota Palangka Raya yang terkonfirmasi terpapar penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Terlebih lagi saat ini sudah mulai memasuki peralihan musim dari kemarau menuju hujan. Faktor itu tentunya berdampak dari pesatnya perkembangbiakan dari nyamuk pembawa penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, drg Andjar Purnomo mengatakan, jika di musim hujan seperti ini tentunya menyebabkan banyaknya genangan air. Di tempat itu merupakan wadah dari berkumpulnya nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus Dengue.
“Berdasarkan data yang telah kami kumpulkan, sepanjang tahun 2023 ini telah terkonfirmasi ratusan kasus DBD ini,” katanya saat dikonfirmasi awak media melaui pesan singkat whatapp, pada Kamis (7/12/2023).
Lanjutnya, adapun data dari kasus itu, yakni Januari sebanyak 14 kasus, Februari 18, Maret 20, April 22, Mei 21, Juni 20, Juli 11, Agustus 50, September 42, Oktober 56, November sampai dengan 3 Desember 2023 sebanyak 102 dengan total seluruh 376 kasus.
Adanya perubahan cuaca dari musim panas atau kemarau ke musim hujan ini tentunya dapat memicu meningkatnya kasus DBD dikarenakan genangan air yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypty.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Palangka Raya saat untuk dapat melakukan pencegahan dan memberantas jentik nyamuk di rumah masing-masing melalui PSN seperti menutup, menguras mendaur ulang barang bekas,” ungkapnya.
Kemudian tidak membiarkan sampah berserakan yang dapat menjadi tempat nyamnuk berkembang biak. Kegiatan ini harus dilakukan secara kontiniu selama musim hujan.
“Dan telah dikeluarkan himbauan dari Pj. Walikota Palangka Raya kepada seluruh warga masyarakat untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk tersebut,” tandasnya. (rk/sb)