Aktivitas masyarakat kameloh baru kini harus menggunakan perahu kayu akibat luapan air, Jumat (8/12/2023). (FOTO:ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA - Dampak dari meluapnya debit air Sungai Kahayan menyebabkan sejumlah titik yang tersebar di wilayah Kota Palangka Raya kini mulai terendam banjir.
Hal itu disebabkan dengan adanya peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Dimana belakangan ini untuk wilayah Kalimantan Tengah khususnya Kota Cantik terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Salah satunya, seperti yang terjadi di Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sebangau. Hujan lebat yang kerap terjadi, mengakibatkan wilayah tersebut terendam air hingga ketinggian mencapai satu meter.
Lurah Kameloh Baru, Rulissantie mengatakan, bahwa dari hasil pengamatan pihaknya di lapangan, untuk wilayah yang dipimpinnya itu mulai terdampak luapan air sejak empat hari yang lalu.
“Ketinggian air yang merendam kawasam penukiman juga bervariasi, mulai dari 70 sentimeter hingga 1 meter," katanya saat dikonfirmasi, Jumat, (8/12/2023).
Luapan air merendam sejumlah akses jalan di pemukiman setempat. Dampak dari itu salah satunya adalah menghambat masyarakat untuk beraktivitas seperti biasanya.
“Tak sedikit dari masyarakat kini harus menggunakan perahu kayu untuk mengantarkan anaknya pergi bersekolah akibat akses jalan darat yang terendam air,” urainya.
Sampai dengan saat ini pihaknya bersama TNI, Polri, Tagana dan Puskesmas Pembantu, telah membuat posko di kantor kelurahan. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah pemantauan pihaknya jika ada lansia dan anak-anak yang memerlukan bantuan evakuasi atau pelayanan kesehatan.
"Kami juga di 2024 ingin mengusulkan adanya pemasangan sumur bor sebanyak 15 titik. Karena meskipun tidak banjir, kami juga kesulitan untuk mendapatkan air bersih," pungkasnya. (rk/sb)