seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Debit Air Disebagian Kelurahan di Palangka Raya Menurun

by Redaksi - Tanggal 12-12-2023,   jam 06:45:25
Pj Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu didamping Plt Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya ketika sedang memantau kondisi banjir di wilayah Petuk Ketimpun, beberapa waktu lalu. (FOTO:ISTIMEWA) Pj Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu didamping Plt Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya ketika sedang memantau kondisi banjir di wilayah Petuk Ketimpun, beberapa waktu lalu. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Ancaman bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah yang ada di Kota Palangka Raya kini telah mengalami penurunan debit air, Selasa (12/12/2023).

Meski demikian, masih ada sejumlah titik yang terdampak luapan air yang masih tergenang akibat lambannya proses pasang surut di kabupaten tetangga.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi mengatakan, pada wilayah Kelurahan Kameloh Baru, Bereng Bengkel, Kalampangan dan Danau Tundai hingga masih terdampak luapan air.

“Masih tingginya debit air pada kawasan itu merupakan dampak dari pasang surut air laut di wilayah Kabupaten Pulang Pisau. Hal itu sangat berpengaruh dalam penurunan debit air di kelurahan tersebut,” katanua.

Sambung pria yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Lurah Bukit Tunggal itu, jika wilayah Kota Palangka Raya ini terkait bencana banjir banjor pada umumnya mengacu pada kondisi di wilayah Hulu.

“Berdasarkan informasi yang kami himpun bahwa pada bagian hulu debit air normal, oleh sebab itu kini di Palangka Raya sudah mengalami penurunan debit air,” urainya.

Sambugnya, dari data terakhir 11 Desember 2023, kelurahan yang terdampak dari luapan air Sungai Kahayan dan Sungai Rungai meliputi Banturung, Tumbang Tahai, Marang, tangkiling, Palangka, Bukit Tunggal, Petuk Katimpun, Tumbang Rungan, Pahandut Seberang, Pahandut, Tanjung Pinang, Langkai, Danau Tundai, Kameloh Baru, Bereng Bengkel, dan Kalampangan.

“Kondisi terahir air sudah mulai ada penurunan antara 7 smpai 15 cm, kecuali di wilayah kelurahan Danau Tundai dan sekitarnya kondisi air masih bertahan,” tutupnya. (rk/sb)