Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

Penyaluran Gas Bersubsidi Harus Diawasi

Redaksi 02-03-2024, 10:05 WIB 1 menit baca
Anggota DPRD Kabupaten Kotim, H Ary Dewar. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Anggota DPRD Kabupaten Kotim, H Ary Dewar. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Hingga sampai sekarang ini masalah elpiji 3 kilogram belum juga mendapatkan solusi yang tepat, sebab masih banyak masyarakat mengeluhkan untuk mendapatkannya.

Walaupun tersedia, masyarakat harus mengeluarkan uang lebih dari HET yang sudah ditentukan oleh pemerintah daerah. Karena harganya yang dijual kisaran antara Rp 35.000 - Rp 40. 000.

Hal ini pun mendapat sorotan dari anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim, H Ary Dewar.

Menurutnya, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) harus mengambil sikap dengan turun langsung ke lapangan apa permasalahan yang menyebabkan gas bersubsidi tersebut sulit didapat di pangkalan, sedangkan dieceran masih membeludak namun harganya hampir dua kalilipat dari HET yang ditentukan.

“Elpiji 3 kilogram ini kan jelas-jelas untuk masyarakat kurang mampu makanya disubsidi oleh pemerintah, namun masyarakat di wilayah perdesaan sangat kesusahan untuk mendapat dan harganya pun tergolong mahal dari HET,” jelas legislator Gerindra tersebut, Jumat (1/2/2024).

Terlebih sekarang ini menjalan bulan suci Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri, maka kuota harus banyak. Jadi kuota pangkalan di wilayah bisa ditambahkan karena kebutuhan masyarakat terus bertambah, karena masih banyak masyarakat belum kebagian setiap gas melon tersebut datang di pangkalan.

“Sekali lagi saya meminta kepada dinas terkait untuk serius mengawasi distribusi gas elpiji subsidi ini, karena banyak laporan masyarakat mereka hampir tidak kebagian setiap gas tersebut datang di pangkalan. Jangan sampai ada oknum bermain dalam penyaluran gas elpiji subsidi ini,” tukasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard