Masyarakat Keluhkan Pasokan BBM dan Elpiji
SB, SAMPIT - Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Dra Rinie mengakui masih banyak masyarakat Kotim yang mengeluh terkait pasokan BBM dan harga migas. Terkadang harga melonjak tinggi dan sulit didapati.
"Banyak yang mengeluh tentang pasokan minyak dan harga migas. Tidak hanya di daerah pelosok namum dalam kota juga banyak," kata Rinie, Kamis (25/4/2024).
Olehnya itu pihaknya mendukung penuh upaya-upaya Pemkab Kotim dalam memperjuangkan percepatan pemerataan minyak dan gas bumi atau migas di daerah ini.
Ia menilai BBM dan gas mempunyai peran penting dalam kegiatan perekonomian masyarakat Kotim. Kalau distribusi lancar dan mencukupi, ia yakin ini akan berdampak besar terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.
"Kalau pemerataan kan muda bagi masyarakat kita. Kalau tidak takutnya nanti tingginya harga kebutuhan pokok terjadi dan dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat kita," ucapnya.
Kemudian, mengenai masalah konversi minyak tanah ke gas yang belum tuntas dilaksanakan di enam kecamatan di Kotim, ia mengatakan, masalah ini perlu menjadi perhatian serius. Tidak hanya terkait kuotanya, tetapi juga rantai distribusinya agar lancar dan tepat sasaran sehingga benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat. (f1/sb)