Ini Tanggapan Mentana Mengenai Jalan Lingkar Selatan
SB, SAMPIT - Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tristama mengakui, pihaknya sering melakukan pemeliharaan jalur lingkar selatan dengan menimbun agregat. Namun, jalan kembali rusak dalam kurun waktu 3-5 bulan.
Hal ini untuk menanggapi anggota Dewan menyarankan Pemkab Kotim sembari memperbaiki Jalan Kapten Mulyono, jalan lingkar selatan diperbaiki hingga fungsional total.
"Kondisi itu hanya dapat diatasi secara permanen apabila jalan diaspal. Akan tetapi, ruas jalur lingkar selatan merupakan kewenangan Pemprov Kalteng bukan daerah. Beda dengan Kapten Mulyono merupakan kewenangan daerah," kata Mentana, Jumat (24/5/2024).
Pihaknya juga terus aktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi berkaitan dengan perbaikan jalan Lingkar selatan karena sangat mempengaruhi lalu lintas di wilayah perkotaan khususnya untuk jalan umum yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan perusahaan.
Ia mengakui untuk mengurangi kendaraan angkutan berat agar tidak melewati jalur dalam kota, pihaknya terus melakukan pemeliharaan jalur lingkar selatan bersama pihak sewasta.
"Mengenai jalur itu kami pastikan akan dilakukan pelaksaanya. Namun keputusan itu dari Pemprov dengan melihat anggaran. Saat ini kita hanya bisa bantu untuk pemeliharaannya saja," jelasnya.
Olehnya itu dirinya berharap sinergitas semua pihak dan komitmen bersama untuk menjaga jalan yang sudah diperbaiki supaya tidak rusak dalam waktu yang begitu cepat. (f1/sb)