Serapan APBD RSUD Murjani Baru 33,65 Persen hingga Juli 2026
SB, SAMPIT - Kinerja penyerapan anggaran RSUD dr Murjani Sampit hingga Juli 2026 secara keseluruhan masih berada dalam kondisi on-track. Namun, terdapat perbedaan cukup signifikan antara penyerapan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, menjelaskan, berdasarkan realisasi keuangan year to date (YTD) Juli 2026, pendapatan rumah sakit ditargetkan sebesar Rp148,90 miliar. Hingga Juli, realisasinya mencapai Rp68,15 miliar atau 45,77 persen.
Sementara itu, total belanja dengan pagu Rp148,94 miliar telah terealisasi sebesar Rp75,99 miliar atau 51,02 persen.
“Secara keseluruhan, kinerja penyerapan anggaran berada pada laju yang sehat atau on-track untuk siklus tujuh bulan pertama hingga Juli 2026,” jelas dr Yulia, Rabu (9/9/2026)
Meski demikian, jika dilihat berdasarkan sumber anggaran, penyerapan dana BLUD jauh lebih tinggi dibandingkan APBD. Dari total pagu BLUD sebesar Rp130,80 miliar, realisasi belanja telah mencapai Rp69,89 miliar atau 53,43 persen. Angka tersebut menunjukkan kinerja penyerapan BLUD berada pada kategori sangat baik.
Sebaliknya, penyerapan anggaran APBD masih relatif rendah. Dari total pagu Rp18,13 miliar, realisasi hingga Juli baru mencapai Rp6,10 miliar atau 33,65 persen.
“BLUD menjadi motor utama dalam postur belanja rumah sakit. Pagu BLUD mencapai sekitar 87,8 persen dari total anggaran dan penyerapannya sudah berada di atas 50 persen,” katanya.
Dr Yulia menambahkan, kondisi tersebut menjadi perhatian karena tahun anggaran 2026 telah memasuki tujuh bulan atau lebih dari separuh periode anggaran. Secara ideal, penyerapan APBD pada posisi tersebut berada di kisaran 50 hingga 58 persen.
“Serapan APBD masih tertinggal di angka 33,65 persen. Karena tahun anggaran sudah berjalan tujuh dari 12 bulan, tentu diperlukan akselerasi agar pelaksanaan program dan kegiatan yang bersumber dari APBD dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Di sisi lain, dari sisi posisi keuangan, realisasi belanja yang mencapai Rp75,99 miliar saat ini lebih besar dibandingkan realisasi pendapatan sebesar Rp68,15 miliar. Dengan demikian, terdapat defisit berjalan sekitar Rp7,84 miliar.
Meski terdapat selisih tersebut, pihak rumah sakit terus melakukan pengelolaan anggaran agar pelaksanaan pelayanan kesehatan dan berbagai program RSUD dr Murjani Sampit tetap berjalan sesuai target hingga akhir tahun anggaran 2026. (f1/sb)