Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Kotim Perpanjang Masa Transisi Pemulihan Banjir

Redaksi 31-05-2024, 02:57 WIB 1 menit baca
Tim gabungan melaksanakan rapat dalam pembahasan masalah banjir. (FOTO:ISTIMEWA)
Tim gabungan melaksanakan rapat dalam pembahasan masalah banjir. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotim masih memperpanjang masa transisi pemulihan bencana banjir 7 hari ke depan terhitung dari 1 - 7 Juni 2024 dan fokus pemulihan berbagai sektor.

Bupati Kotim Halikinnor dalam hal ini diwakilkan oleh Asisten 1 Rihel mengatakan, perpanjang masa transisi sudah melalui beberapa pertimbangan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

"Masa tanggap transisi pemulihan bencana banjir sepakat kita perpanjang 7 hari lagi sampai 7 Juni 2024,” kata Rihel saat memimpin rapat koordinasi penanganan banjir di kantor DPBD Kotim.

Perpanjangan tersebut karena adanya saran, masukan, dan pertimbangan dari berbagai pihak seperti Forkopimda, BMKG dan lembaga terkait lainnya.

Ia juga menjelaskan, wilayah yang terdampak banjir masih ada sisa dua kecamatan yaitu wilayah Mentaya Hulu dan Kota Besi. Sesuai pengalaman sebelumnya tumpuan banjir akan bermuara di Kota Besi sekitar sebulan lebih karena wilayah tersebut merupakan dataran rendah yang menampung air dari wilayah atas. Seperti daerah Antang Kalang, Telaga Antang dan Bukit Santui.

"Untuk dalamnya banjir juga berbeda dari yang rendah, sedang dan bisa sampai 10 meter. Namun kita coba seminggu paling cepat atau 2 Minggu paling lambat sudah bisa ditangani banjir di wilayah tersebut,” terangnya.

Lanjutnya, warga yang terdampak juga masih membutuhkan bantuan. Pihaknya berfokus pemulihan saat perpanjangan masa transisi ini agar semua warga terdampak tetap dievakuasi dan dipastikan tetap mendapatkan bantuan.

"Pengadaan beras saat ini sudah di stok oleh pemerintah daerah di gudang Bulog. Kami hanya menerima data warga yang terdampak dari pemerintah wilayah setempat untuk nanti disalurkan,” tutupnya. (f1/SB)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard