Lewati ke konten utama
Pemko Palangka Raya

Optimalkan Kesehatan Upaya Serius Penanganan Stunting

Redaksi 20-11-2024, 10:47 WIB 2 menit baca
Arbert Tombak saat dilantik sebagai Pj Sekda Kota Palangka Raya. (FOTO:MEDIA CENTER PALANGKA RAYA)
Arbert Tombak saat dilantik sebagai Pj Sekda Kota Palangka Raya. (FOTO:MEDIA CENTER PALANGKA RAYA)

SB, PALANGKA RAYA - Stunting pada bayi dan balita memang menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia, termasuk di Kota Palangka Raya.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan gizi jangka panjang, dan dampaknya sangat signifikan bagi perkembangan fisik dan kognitif anak, yang pada akhirnya memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Mengingat pentingnya penanganan stunting, Pemko Palangka Raya berkomitmen untuk menanggulangi masalah ini dengan berbagai program yang fokus pada pemerataan akses kesehatan, khususnya di daerah pinggiran.

Pj Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak mengatakan, bahwa upaya pemerataan tenaga kesehatan hingga ke wilayah pinggiran sangat penting dalam memastikan pelayanan kesehatan yang merata dan adil bagi seluruh masyarakat.

Dengan meningkatkan jumlah tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan bidan di Posyandu di 30 kelurahan, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah-daerah tersebut dapat meningkat, dan lebih banyak keluarga bisa mendapatkan perhatian untuk mencegah stunting.

“Peningkatan dan pemerataan tenaga kesehatan ini juga menjadi bagian dari prioritas program pemerintah Kota Palangka Raya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Program-program ini bertujuan tidak hanya untuk mencegah stunting, tetapi juga untuk memastikan masyarakat memiliki akses layanan kesehatan yang memadai dan terjangkau,” ujarnya.

Dalam konteks ini, tambah Pj Sekda juga menggarisbawahi pentingnya peran masyarakat dalam mendukung program kesehatan, karena kesehatan yang baik akan mendukung produktivitas dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Sebagai Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Stunting Kota Palangka Raya, Umi menekankan bahwa upaya awal pencegahan stunting harus dimulai dengan perbaikan kualitas gizi, terutama pada ibu hamil dan anak-anak.

“Mengoptimalkan pemberian gizi yang seimbang selama masa kehamilan dan pada tahap awal kehidupan anak sangat penting untuk memastikan tumbuh kembang yang optimal dan mencegah stunting,” ungkapnya.

Langkah-langkah yang diambil oleh Pemko Palangka Raya ini sangat relevan dengan upaya nasional untuk menurunkan prevalensi stunting di Indonesia. Dengan meningkatkan akses layanan kesehatan dan memperbaiki kualitas gizi, diharapkan dapat menurunkan angka stunting dan menghasilkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.

Ke depannya, diharapkan semua pihak, termasuk masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah, dapat bekerja sama untuk mencegah stunting dan mewujudkan Kota Palangka Raya yang sehat dan sejahtera. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard