Lewati ke konten utama
DPRD Palangka Raya

Pembangunan SMP Kristen Harus Masuk APBD Murni 2025

Redaksi 03-10-2024, 10:06 WIB 1 menit baca
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Dede Ardiansyah
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Dede Ardiansyah

SB, PALANGKA RAYA - Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Dede Ardiansyah meminta kepada pemerintah kota agar dapat menganggarkan pembangunan gedung SMP Kristen Palangka Raya yang terbakar beberapa waktu lalu pada APBD murni 2025.

"Saya tentunya turut prihatin terkait kebakaran yang menghanguskan empat ruangan kelas di SMP Kristen Palangka Raya. Ini adalah musibah besar bagi dunia pendidikan di Kota Cantik," katanya (3/10/2024).

Dirinya menjelaskan, bahwa sekolah merupakan tempat yang sangat vital sebagai sarana bagi anak-anak di Kota Palangka Raya ini untuk belajar mengajar.

Kebakaran tersebut tentunya secara tidak langsung akan berdampak pada terganggunya proses pendidikan pelajar di sekolah tersebut, untuk itu perbaikan fasilitas yang rusak akibat kebakaran tersebut harus menjadi prioritas dalam penyusunan anggaran.

"Pemkot Palangka Raya bisa memasukkan anggaran rehabilitasi sekolah tersebut dalam APBD murni tahun 2025. Ini sangat penting untuk segera dilakukan agar proses belajar mengajar bisa berjalan normal kembali," ucapnya.

Lebih lanjut, Dede menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi penting bagi anak-anak di Kota Palangka Raya untuk masa depan mereka yang gemilang.

Untuk itu dengan adanya dukungan anggaran yang memadai, dirinya berharap pembangunan kembali fasilitas yang rusak bisa segera dilakukan.

"Ini semua demi keberlangsungan pendidikan bagi generasi muda di Palangka Raya. Karena memang setiap masyarakat itu berhak mendapatkan pendidikan yang layak," ujarnya.

Politisi dari PSI ini juga berharap agar kedepan pemerintah dapat memberikan fasilitas keamanan yang tinggi terhadap bangunan sekolah di Kota Palangka Raya.

Hal ini dilakukan agar ketika terjadi kebakaran, kerugian yang disebabkan dapat diminimalisir sehingga proses pembangunan tidak memakan anggaran yang banyak.

"Misalnya di setiap sudut disediakan alat pemadam api ringan dan diedukasi cara penggunaannya, sehingga ketika terjadi kebakaran api dapat segera dipadamkan," pungkasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard