Lewati ke konten utama
DPRD Palangka Raya

Penurunan Angka Stunting di Palangka Raya Harus Cepat

Redaksi 29-11-2024, 10:45 WIB 2 menit baca
Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo
Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo

SB, PALANGKA RAYA - Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo meminta pemerintah kota agar dapat menggencarkan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting di daerah ini.

Terbaru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya melaksanakan program pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu-ibu. Selain itu, Dinkes juga menggelar kegiatan makan telur bersama anak-anak sekolah dasar sebagai bagian dari langkah edukasi gizi.

"Kami sangat mengapresiasi langkah ini, tetapi kegiatan ini kami harapkan juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asupan nutrisi sejak dini," katanya, Selasa (29/10/2024).

Dia juga mengungkapkan bahwa Komisi III yang bermitra dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana (Dalduk), selalu mendukung dan menganggarkan dana untuk program penanganan stunting di Kota Palangka Raya.

Hal ini dilakukan karena stunting merupakan permasalahan yang tidak dapat ditangani oleh pemerintah saja, tetapi perlu ada dukungan dari seluruh pihak.

“Kami dari DPRD, terutama Komisi III, selalu mendukung anggaran yang diajukan oleh dinas terkait masalah stunting, karena ini menjadi persoalan kita bersama,” ucapnya.

Selain memberikan dukungan anggaran, lanjut Sigit, DPRD juga mendorong adanya sosialisasi kesehatan bagi pasangan muda, terutama mereka yang menikah di usia muda.

Untuk itu ia juga menekankan kepada seluruh masyarakat di Kota Palangka Raya terkait pentingnya pembekalan sejak dini bagi generasi muda tentang cara menjaga kesehatan keluarga.

"Dia harus ada dibekali tentang bagaimana membina rumah tangga, tentang bagaimana kesehatan dan segala macam. Suplemen-suplemen itu wajib Jadi tidak hanya setelah nikah, tapi sebelum nikah pun di tingkat sekolah SMA itu sudah ada dikasih suplemen,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, bahwa langkah ini untuk memastikan agar generasi muda yang nantinya menjadi orang tua memiliki pemahaman yang cukup tentang pentingnya kesehatan keluarga.

Dengan pembekalan dini, kondisi kesehatan calon ibu dan janin bisa lebih terjamin sehingga kualitas generasi mendatang bisa lebih baik dan menjadi generasi penerus pembangunan di daerah ini.

"DPRD dan pemerintah kota tentu berkomitmen untuk terus bersinergi dalam menanggulangi masalah stunting. Mereka juga berencana untuk memperluas cakupan program agar lebih banyak anak dan ibu yang mendapat manfaat dari bantuan nutrisi tersebut," pungkasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard