Karhutla di Palangka Raya Angka Kejadian Menurun, Namun Tetap Waspada
SB, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi ancaman di Palangka Raya, meskipun angka kejadian hingga saat ini terpantau lebih rendah dibandingkan tahun lalu.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Palangka Raya, tercatat 181 kejadian Karhutla dengan total lahan terdampak sekitar 76,11 hektare. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang mencatat 648 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 811,68 hektare.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, menjelaskan bahwa meskipun angka kejadian menurun, kewaspadaan tetap harus dijaga.
"Karhutla di tahun 2023 cukup parah, hingga kualitas udara mencapai level sangat tidak sehat," ujarnya, Rabu (9/10/2024).
mengingat dampak buruk asap terhadap kesehatan masyarakat. Distribusi kejadian Karhutla tahun ini masih terkonsentrasi di Kecamatan Jekan Raya (133 kejadian), diikuti Sebangau (26 kejadian), Pahandut (13 kejadian), dan Bukit Batu (9 kejadian). Kecamatan Rakumpit masih terbebas dari kejadian Karhutla.
Heri Fauzi menjabarkan dua penyebab utama Karhutla di Palangka Raya: kondisi cuaca panas yang menyebabkan lahan kering dan mudah terbakar, serta indikasi pembakaran lahan secara sengaja oleh oknum masyarakat untuk membuka lahan pertanian.
Lahan gambut kering dan banyak semak belukar menjadi jenis lahan yang paling rentan terbakar, seringkali di lokasi yang sama dengan kejadian Karhutla tahun 2023 seperti di Jalan Dulin Kandang, DA Tawa, dan Petuk Katimpun.
Sebagai upaya pencegahan dan mitigasi, BPBD Palangka Raya gencar melakukan patroli di lokasi rawan Karhutla, seperti lahan kering dan kosong di Jalan Petuk Katimpun, Jalan Karya Hapakat, dan Tjilik Riwut Kilometer 14. Sosialisasi kepada masyarakat untuk menghentikan praktik pembakaran lahan juga terus dilakukan.
"Pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) juga berperan penting dalam mitigasi dan penanganan bencana alam dini, baik banjir maupun Karhutla. Saat ini, 27 dari 30 kelurahan di Palangka Raya telah membentuk Kaltana," pungkasnya. (sb)