Lewati ke konten utama
NASIONAL

Dorong Pengembangan Ekonomi Daerah, OJK Resmikan Ekspor Perdana Kopi Di Sumatera Selatan

Redaksi 20-01-2025, 11:56 WIB 2 menit baca
Peresmian ekspor kopi perdana yang dilakukan di Pelabuhan Boom Baru Palembang. (FOTO:OJK)
Peresmian ekspor kopi perdana yang dilakukan di Pelabuhan Boom Baru Palembang. (FOTO:OJK)

SB, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bersama dengan Sekretariat Bersama (Sekber) Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah Sumatera Selatan, terus berupaya mendorong pengembangan ekonomi daerah melalui sektor kopi.

Salah satu langkah nyata adalah peresmian ekspor kopi perdana yang dilakukan di Pelabuhan Boom Baru Palembang pada Minggu 19 Januari 2025, yang dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dan Pj Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi.

Ekspor kopi ini merupakan bagian dari upaya untuk mengembangkan ekosistem industri kopi di Sumatera Selatan, yang memiliki potensi besar dalam sektor kopi.

“Saya menekankan pentingnya membangun ekosistem yang lengkap, dari produsen hingga konsumen akhir di tujuan ekspor. Saya berharap sinergi dan kolaborasi antar sektor terus berkembang, dengan dukungan pembiayaan yang tepat dari sektor jasa keuangan,” terang Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.

Pj Gubernur Elen Setiadi mengapresiasi peran semua pihak dalam mendukung industri kopi Sumatera Selatan.

Ia menyatakan bahwa meskipun kopi Sumatera Selatan merupakan tulang punggung produksi kopi nasional, nilai tambah ekspor masih belum maksimal, dan hal ini memerlukan keterlibatan berbagai pihak untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

“Ekspor kopi perdana ini mencakup 277,2 ton kopi Robusta premium asal Kota Pagar Alam, senilai Rp 33,6 miliar, yang dikirim ke Malaysia dan Australia. Transaksi ini difasilitasi oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk melalui skema Letter of Credit (LC),” tuturnya.

Sumatera Selatan memiliki potensi besar di industri kopi, dengan luas lahan kopi terbesar di Indonesia dan menjadi produsen kopi terbesar nasional. Sebanyak 200 ribu petani kopi di wilayah ini menggantungkan hidupnya pada sektor ini.

Dalam mendukung industri kopi, OJK bersama sektor perbankan telah menyalurkan kredit kepada petani dan pengusaha kopi dengan total nilai mencapai Rp336 miliar hingga 2024.

OJK juga memfasilitasi program Asuransi Sinar Mas untuk petani kopi di Desa Lubuk Buntak Pagar Alam sebagai bagian dari Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI). Selain itu, OJK berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri kopi melalui berbagai program, seperti peningkatan literasi keuangan, skema pembiayaan khusus untuk perkebunan kopi, dan pelatihan teknik penanaman kopi.

Sebagai bagian dari upaya pengembangan ekspor, OJK bersama stakeholders juga telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan pendampingan, termasuk Focus Group Discussion, workshop, dan business matching untuk memperluas akses pasar ekspor bagi petani dan pengusaha kopi.

Dengan komitmen OJK dan kolaborasi seluruh pihak, diharapkan kopi Sumatera Selatan dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat daerah.

OJK berkomitmen akan terus mendukung pengembangan industri Kopi Sumatera Selatan melalui berbagai insiatif strategis bersama Sekber Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah Sumatera Selatan dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard