Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Jalan Alternatif Dibuka, Pemkab Kotim Siapkan Sentra Buah dan Wisata Kuliner

Redaksi 23-10-2026, 08:31 WIB 1 menit baca
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah mendampingi Bupati meninjau lokasi penutupan jalan perluasan Bandara H Asan Sampit. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah mendampingi Bupati meninjau lokasi penutupan jalan perluasan Bandara H Asan Sampit. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan pengembangan kawasan Jalan Simpang Kandang sebagai sentra penjualan buah-buahan dan wisata kuliner baru di Sampit.

Rencana tersebut sejalan dengan penataan akses lalu lintas menyusul penutupan permanen jalan menuju runway 13 Bandara Haji Asan Sampit, Kamis (22/10/2026).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim Raihansyah mengatakan, kawasan Simpang Kandang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan lebar jalan sekitar 30 meter, kawasan tersebut dinilai cukup memadai untuk ditata sebagai lokasi usaha.

“Rencananya, sesuai arahan Pak Bupati, kawasan itu akan ditata menjadi sentra penjualan buah-buahan, seperti nanas, durian, dan buah-buahan lainnya. Lebar jalannya sekitar 30 meter sehingga cukup memungkinkan untuk ditata sebagai kawasan usaha,” ujarnya.

Menurut Raihansyah, pengembangan kawasan itu juga berkaitan dengan keberadaan jalur alternatif yang menghubungkan Simpang Kandang dengan Lingkar Utara hingga Jalan Jaksa.

Jalur tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru.

Untuk akses alternatif tersebut sudah fungsional. Berdasarkan informasi dari dinas teknis, sekitar 800 meter ruas jalan telah mencapai tahap agregat A dan sedang dipersiapkan untuk pengaspalan.

"Akses alternatif sudah fungsional namun sejumlah bagian lainnya, termasuk jembatan dan gorong-gorong, masih membutuhkan penyempurnaan," jelasnya.

Untuk diketahui, Dishub Kotim telah menutup secara permanen akses jalan menuju runway 13 Bandara Haji Asan Sampit.

Kebijakan ini dilakukan seiring pekerjaan pemagaran dan perpanjangan landasan pacu yang merupakan bagian dari pengembangan bandara melalui APBN 2026.

Raihansyah menjelaskan, penutupan tersebut telah dipersiapkan melalui sosialisasi, simulasi, dan evaluasi secara bertahap agar masyarakat dapat menyesuaikan diri dengan perubahan arus lalu lintas.

“Persiapan penutupan ini sudah kami lakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Kami melaksanakan beberapa kali sosialisasi dan simulasi, kemudian terus melakukan evaluasi. Akhirnya, pada 22 Oktober 2026 ini kami melakukan penutupan permanen,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard