Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Jalan Tjilik Riwut Ditutup Permanen, Pedagang Nanas Disiapkan Lokasi Baru

Redaksi 22-10-2026, 15:03 WIB 1 menit baca
Bupati Kotim, H Halikinnor meninjau penutup Jalan Tjilik Riwut terdampak pelebaran Bandara H Asan Sampit. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kotim, H Halikinnor meninjau penutup Jalan Tjilik Riwut terdampak pelebaran Bandara H Asan Sampit. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Jalan Tjilik Riwut di ujung Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), resmi ditutup permanen mulai Kamis (22/10/2026). Kendaraan kini dialihkan melalui Jalan Lingkar Utara untuk mendukung pemasangan pagar dan penataan kawasan bandara.

Bupati Kotim Halikinnor turun langsung meninjau penutupan tersebut. Ia memastikan pengalihan arus lalu lintas telah melalui beberapa kali simulasi untuk melihat dampaknya terhadap kelancaran perjalanan masyarakat.

“Penutupan ini sudah beberapa kali disimulasikan. Alhamdulillah, setelah ditutup permanen hari ini, belum ada keluhan maupun kendala,” kata Halikinnor.

Ia menjelaskan, lahan untuk pengembangan bandara telah dibeli pemerintah daerah dan diserahkan kepada Kementerian Perhubungan. Karena itu, penutupan jalan dilakukan untuk mendukung penataan kawasan tersebut.

Halikinnor juga memastikan Jalan Lingkar Utara masih bisa digunakan sebagai jalur alternatif. Sejumlah titik yang mengalami kerusakan ringan telah ditangani dengan penambahan material agregat. Bahkan, pengaspalan jalan tersebut direncanakan tahun ini.

“Kondisi yang sedikit rusak sudah kita agregat. Tahun ini juga direncanakan diaspal,” ujarnya.

Tak hanya mengatur lalu lintas, Pemkab Kotim juga menyiapkan lokasi baru bagi pedagang nanas yang selama ini berjualan di sekitar bandara, termasuk petani dari wilayah Tuanan. Mereka direncanakan berjualan di sepanjang Jalan Lingkar Utara, pada jalur menuju kawasan kandang.

Penataan lokasi tersebut ditargetkan dapat direalisasikan pada 2027 melalui koordinasi sejumlah perangkat daerah. Dinas Pertanian juga diminta membantu petani agar usaha mereka tetap berjalan dan semakin produktif.

“Kita akan bantu bibit yang bagus, karena nanas kita sudah terkenal, termasuk nanas gantang. Nanti dibantu bibit dan pupuk awal supaya setelah dipindahkan bisa lebih produktif,” jelasnya.

Menurut Halikinnor, pemindahan pedagang bukan untuk menghentikan usaha masyarakat, melainkan mengarahkan mereka ke lokasi yang lebih sesuai. Pemerintah daerah berharap penutupan jalan, pengembangan bandara, dan penataan tempat berjualan dapat berjalan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard