Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Dana Program Perikanan Kotim Terbatas, Budidaya Ikan Sulit Berkembang

Redaksi 21-10-2026, 11:39 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Perikanan Kotim, Marjuki
Kepala Dinas Perikanan Kotim, Marjuki

SB, SAMPIT – Ambisi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, meningkatkan produksi ikan lokal masih terbentur keterbatasan anggaran. Dari total alokasi Rp5,7 miliar untuk Dinas Perikanan pada 2027, hanya sekitar Rp1,6 miliar yang tersisa untuk mendukung berbagai program.

Kepala Dinas Perikanan Kotim, Marjuki, mengungkapkan lebih dari Rp4 miliar anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja pegawai dan kebutuhan terkait. Sementara itu, dana yang tersisa masih harus membiayai operasional, termasuk listrik, pembayaran tenaga PPPK, hingga kebutuhan produksi es balok.

“Anggaran yang tersedia sangat terbatas. Kami sebenarnya ingin mengembangkan budidaya ikan agar produksinya bisa berasal dari daerah sendiri, tetapi kondisi anggaran sekarang cukup memprihatinkan,” ungkap Marjuki, Rabu (21/10/2026).

Padahal, menurutnya, budidaya ikan air tawar seperti nila, patin, dan gurami memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi perikanan daerah. Jika dikembangkan secara optimal, usaha ini juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan Kotim terhadap pasokan ikan dari luar daerah.

Di tengah keterbatasan dana, Dinas Perikanan Kotim tetap berupaya mengembangkan fasilitas produksi pakan ikan yang telah dirintis sejak sekitar dua tahun lalu. Fasilitas tersebut diharapkan membantu pembudidaya menekan biaya produksi melalui penyediaan pakan secara mandiri.

Marjuki menyebutkan, fasilitas itu memiliki kapasitas produksi sekitar 200 hingga 300 kilogram pakan ikan per jam. Namun, kemampuan tersebut belum bisa dimaksimalkan karena masih terkendala biaya operasional.

“Kalau produksi bisa berjalan maksimal, kapasitasnya sekitar 200 sampai 300 kilogram per jam. Kami berharap ke depan bisa mencapai target produksi yang lebih besar,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus mengoptimalkan fasilitas yang tersedia agar tetap memberikan manfaat bagi pembudidaya ikan di Kotim.

Dengan dukungan anggaran yang lebih memadai, pengembangan budidaya ikan dan produksi pakan mandiri diharapkan dapat berjalan lebih optimal, sehingga sektor perikanan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat setempat. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard