Lewati ke konten utama
Provinsi

Puluhan Massa Geruduk KPU Kalteng, Desak Diskualifikasi Agi-Saja

Redaksi 19-03-2025, 02:52 WIB 1 menit baca
Puluhan massa saat berorasi di Kantor KPU Kalteng untuk mendiskusikan Agi-Saja. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Puluhan massa saat berorasi di Kantor KPU Kalteng untuk mendiskusikan Agi-Saja. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA - Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Pro Demokrasi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (19/3/2025) siang.

Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap dugaan praktik politik uang yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon (paslon) di Kabupaten Barito Utara.

Koordinator aksi, Hefi,menegaskan bahwa pihaknya menolak rencana pemungutan suara ulang (PSU) yang dijadwalkan pada 22 Maret 2025. Selain itu, mereka juga mendesak KPU untuk mengambil langkah tegas dengan mendiskualifikasi pasangan calon yang diduga melakukan pelanggaran tersebut.

“Kami menuntut agar tidak ada PSU pada tanggal 22 nanti. Bahkan, kami meminta diskualifikasi terhadap paslon yang melanggar aturan," tegas Hefi dalam orasinya.

Hefi secara gamblang menyebut bahwa pasangan calon yang diduga terlibat dalam politik uang adalah paslon nomor urut dua, Agi-Saja.

“Pasangan calon yang melakukan politik uang kemarin yaitu kelompok Agi-Saja, atau paslon nomor urut dua,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hefi ngatakan akan mengerahkan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

“Kami akan membawa massa yang lebih banyak lagi, kalau bisa kami ajak seluruh masyarakat di Kabupaten Barito Utara,” tambahnya.

Menanggapi aksi ini, Anggota KPU Kalteng, Wawan Wiraatmaja, menjelaskan bahwa persoalan dugaan politik uang tersebut bukan menjadi ranah KPU, melainkan Bawaslu Kabupaten Barito Utara.

“Proses politik uang atau kejadian kemarin itu ditangani oleh rekan penyelenggara yang lain, yaitu Bawaslu Kabupaten Barito Utara. Jika hal tersebut mengarah ke tindak pidana, maka akan dikoordinasikan ke Gakkumdu,” ujar Wawan.

Terkait tuntutan massa agar PSU dibatalkan, Wawan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan jadwal.

“Sampai saat ini belum ada perubahan jadwal,” pungkasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard