seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Mandi di Sungai, Warga Pulau Hanaut Hilang Diterkam Buaya

by Redaksi - Tanggal 04-04-2025,   jam 02:09:24
Kondisi pencarian korban hilang usai diterkam buaya. (FOTO:WARGA) Kondisi pencarian korban hilang usai diterkam buaya. (FOTO:WARGA)

SB, SAMPIT - Sani (34) seorang warga Desa Hanaut, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dikabarkan hilang karena diterkam buaya di Sungai Mentaya. 

Korban diserang buaya pada Jumat 4 April 2025 sekitar pukul 09:00 WIB saat korban sedang mandi di Sungai Mentaya. 

Saat ini korban sedang dalam pencarian menggunakan peralatan yang ada untuk bisa menemukan korban yang diduga disambar buaya.

Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Muriansyah saat dikonfirmasi dirinya membenarkan kejadian tersebut dan saat ini sedang dalam pencarian. Pihaknya mendapatkan informasi tersebut dari Kepala Desa Hanaut.

"Lokasinya serangan di Sungai Mentaya saat ini korban masih di mulut buaya. Dan masih dilakukan upaya pencarian," ujarnya.

Tindakan yg sudah dilakukan petugas berkoordinasi dengan pihak Polair dan Polsek Pulau Hanaut terkait proses pencarian dan pelumpuhan buaya serta berkordinasi dgn pihak Desa Hanaut.

Sementara itu Kepala Desa Hanaut Nanang Qasim mengatakan, kejadiannya sekitar 09:00 WIB. Warga itu aslinya dari Desa Babaung tapi sedang berkunjung ke tempat keluarga istrinya berhubung libur lebaran.

"Saat mandi memang buaya di tempat kita ini sering berkeliaran. Tadi sudah banyak warga mencarikorban, kami sudah lapor juga ke Polsek, BKSDA dan ada bantuan dari Polairud juga yang segera meluncur. Informasinya, BPBD juga turun untuk pencarian. Karena sampai sekarang belum ketemu," ujarnya.

Informasi dari linmas setempat, Sani sedang mandi di sungai, ketika buaya itu menerkam tidak langsung diseret ke dalam air tapi sempat diambung-ambung dan saat itu banyak warga yang melihat. Darinya itu diyakini bahwa orang itu diterkam buaya.

"Banyak warga yang menggunakan kelotok mengepung buaya itu, hampir 20 kelotok. Kejadian serangan buaya sudah beberapa kali, pernah ada yang sampai potong tangan dan memang membuat resah masyarakat. Tapi karena kita sekarang banyak aturan yang menjadi kendala kita tidak boleh sembarangan terhadap buaya, jadi kami hanya bisa mengimbau," tutupnya. (f1/sb)