Ratusan buruh PT SPMN saat melaksanakan aksi demo. (FOTO:WARGA)
SB, SAMPIT - Perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan kelapa sawit PT Sarana Prima Multi Niaga (SPMN) yang membuka lahan di wilayah Kecamatan Parenggean dan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) didemo ratusan pekerja, Kamis (3/4/2025).
Ketua Sepasi Kalteng Dianto Arifin mengatakan, aksi para pendemo ratusan buruh, karena dituntut melaksanakan pembenahan layanan kesehatan sebagaimana tuntutan para pekerja soal keberadaan dokter klinik perusahaan berinisial dr STM.
"Dokter itu menurut buruh, sebagai penyebab buruknya layanan kesehatan di klinik perusahaan, sehingga harus diganti. Dokter ini yang tak mau memberikan surat keterangan sakit kepada pekerja," ujarnya.
Tuntutan yang disampaikan para buruh akhirnya mau dipenuhi oleh perusahaan setelah melewati musyawarah yang cukup panjang.
Manager PT SPMN Bambang mengatakan, tuntutan para pendemo diterima oleh pihak perusahaan dan para pekerja sudah mulai bekerja seperti sediah kala.
Pasalnya dokter klinik perusahaan yang dituntut mundur oleh karyawan perusahaan yang dianggap memberikan pelayanan kurang baik (lebih kepada attitude) sudah menyatakan mengundurkan diri dari.
"Dokter klinik sudah menyatakan pengunduran diri dari perusahaan dalam pertemuan tripartid yang dipimpin langsung oleh Kadis Ketenagakerjaan Kabupaten Kotim," kata Manager PT SPMN.
Kapolsek Cempaga Hulu Iptu Alfien Hadi Usadha juga turun langsung mengamankan aksi para buruh .
Dirinya memberikan imbauan kepada para buruh agar melaksanakan aksi secara aman dan tertib, tanpa ada aksi anarkis yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban. (f1/sb)