Lewati ke konten utama
Provinsi

Viral Jalan Rusak di Tumbang Salio, Gubernur Kalteng Akhirnya Angkat Bicara

Redaksi 14-05-2025, 04:06 WIB 1 menit baca
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran ketika diwawancara wartawan. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran ketika diwawancara wartawan. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA - Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, akhirnya buka suara menanggapi viralnya video jalan rusak parah di Desa Tumbang Salio, Kabupaten Murung Raya, yang menuai banyak keluhan warganet.

Dalam keterangannya kepada awak media pada Rabu (14/5/2025), Gubernur Agustiar menjelaskan bahwa permasalahan jalan harus dilihat berdasarkan kewenangannya masing-masing.

“Jalan itu ada yang namanya jalan desa, jalan kabupaten, provinsi, ada juga jalan pusat. Jika bukan ranah kami lalu kami intervensi, bisa jadi temuan. Karena uang rakyat yang kami gunakan ini," ujar Agustiar.

Ia menegaskan, bahwa jalan yang dimaksud bukan berada dalam kewenangan pemerintah provinsi, melainkan merupakan jalan nasional. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tidak memiliki ruang untuk melakukan perbaikan secara langsung.

“Kebetulan jalan itu bukan jalan kami, itu jalan nasional. Ini masyarakat harus tahu juga. Kalau pun kami tahu jalan itu rusak, kami tidak bisa ikut campur seenaknya," katanya.

Meski begitu, Agustiar tidak menampik bahwa wilayah tersebut masih berada dalam lingkup provinsi yang ia pimpin. Ia pun mengakui pentingnya peran gubernur dalam mendorong koordinasi.

“Itu wilahyah kami iya, memang kami akui, kami tanggung jawab iya, kami kan tidak ada wilayah, gubernur itukan hanya sebatas provinsi, ya intervensi lah,” ungkapnya.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap aturan dalam penggunaan anggaran. Ia tidak ingin program bantuan justru menjadi masalah hukum.

"Kalau tumpang tindih anggarannya, ya kami tunggu saja ditangkap, jadi temuan nanti," ujarnya.

Menutup pernyataannya, Agustiar mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi isu-isu yang beredar di media sosial. Ia meminta kritik tetap disampaikan secara konstruktif.

“Tentunya masyarakat harus bisa memilah-milah, harus bermedia sosial dengan bijaksana, mengkritik yang membangun," pungkasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard