Transaksi Nontunai di Komdes, Zulkifli Hasan: Semua Akan Elektronik
SB, PALANGKA RAYA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pembentukan Komunitas Desa (Komdes) di Kalimantan Tengah mendapat sambutan sangat baik dari masyarakat.
Ia menyebut Kota Palangka Raya bahkan telah mencapai 100 persen pembentukan Komdes.
“Di Kalimantan Tengah ini sambutannya terhadap Komdes, kelurahan atau desa, sangat luar biasa. Bahkan Kota Palangka Raya sudah 100 persen terbentuk,” ujar Zulkifli usai rapat koordinasi di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (22/5/2025).
Zulkifli mengatakan saat ini pemerintah tengah menyusun sistem pengelolaan dan pelaporan yang akan digunakan di Komdes. Sistem tersebut dirancang agar seluruh proses berjalan lebih efisien dan transparan, dengan menghindari penggunaan uang tunai.
“Memang sekarang kita lagi buat pokup, sistemnya, tata kelolanya lagi disiapkan. Tadi juga DomDigi ikut (rapat). Nanti pelaporannya seperti apa, pengawasannya bagaimana. Karena kita tidak ingin seperti dulu, uang tunai tiap hari, nanti repot,” jelasnya.
Ke depan, seluruh proses transaksi dan distribusi bantuan di Komdes akan dilakukan secara digital. Pemerintah berencana menggandeng berbagai layanan perbankan dan keuangan digital seperti BRIlink, BSI dan BRI.
“Maka nanti semua akan elektronik. Ada BRIlink, ada BSI, ada BRI di situ. Jadi semua akan kita lakukan secara modern,” tegas Zulkifli.
Sebagai langkah awal, Zulkifli meminta agar dibentuk tiga Komdes modern di Palangka Raya atau wilayah sekitarnya sebagai proyek percontohan. Komdes tersebut nantinya akan dilengkapi fasilitas lengkap, mulai dari warung sembako, agen pupuk, hingga layanan keuangan.
“Kalau bisa nanti di Palangka Raya atau di mana yang paling dekat, siapkan tiga Komdes modern. Kita akan langsung ambil uang, langsung sudah ada warungnya, langsung ada agen pupuk, dan seterusnya,” ujarnya.
Program Komdes merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional dan memberdayakan masyarakat desa melalui sistem yang terintegrasi secara digital. (sb)