Lewati ke konten utama
Provinsi

Tragedi di Jalan Tjilik Riwut Km 18, Gubernur Kalteng Desak BPJN Percepat Perbaikan Jalan Rusak

Redaksi 12-06-2025, 10:42 WIB 1 menit baca
Wabup Kalteng, Edy Pratowo ketika diwawancara oleh wartawan. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Wabup Kalteng, Edy Pratowo ketika diwawancara oleh wartawan. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA - Tragedi memilukan yang merenggut nyawa seorang ibu dan bayinya di ruas Jalan Tjilik Riwut Km 18, Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Kecelakaan tragis yang terjadi pada Senin (9/6/2025) itu melibatkan sebuah truk kontainer yang menabrak kendaraan korban di jalur yang diketahui mengalami kerusakan parah.

Ruas jalan tempat kecelakaan terjadi merupakan tanggung jawab pemerintah pusat dan menjadi bagian dari infrastruktur jalan nasional yang saat ini dalam kondisi memprihatinkan.

Merespons insiden tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, segera meminta Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) untuk mempercepat proses perbaikan jalan.

"Itu kemarin Pak Gubernur sudah menyampaikan kepada Balai untuk segera diselesaikan. Dan Balai, insya Allah, sesegera mungkin akan menyelesaikan," ujar Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, Rabu (11/6/2025).

Menurut Edy, salah satu kendala utama yang dihadapi BPJN dalam melakukan perbaikan jalan adalah keterbatasan anggaran. Usulan anggaran yang diajukan sebelumnya mengalami penyesuaian karena efisiensi di tingkat pusat.

"Jadi memang kendalanya ketersediaan anggaran, kata Balai. Anggaran terbatas juga karena usulan mereka itu ternyata ada efisiensi," jelasnya.

Meski begitu, Edy berharap penanganan terhadap kerusakan jalan, terutama yang bersifat ringan namun berpotensi membahayakan pengguna jalan, bisa segera dilaksanakan.

"Mudah-mudahan yang kerusakan kecil ini segera ditindaklanjuti," pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan nasional yang layak dan aman, terutama pada jalur strategis yang menghubungkan berbagai daerah di Kalimantan Tengah. Pemerintah pusat diharapkan segera bertindak untuk mencegah terulangnya kejadian serupa yang merenggut nyawa masyarakat. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard