Jamaah Haji Asal Kotim Meninggal di Tanah Suci
SB, SAMPIT - Satu jamaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinyatakan wafat saat menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci dan telah dimakamkan secara syar’i di Mekkah, Arab Saudi.
Ramlah Binti Matnur (74), jemaah haji tertua asal Kacamata MB Ketapang, Kotim meninggal dunia di Hotel Maysan Al Safa, Mekkah, Arab Saudi pada Sabtu (21/6/2025) pukul 16.35 Waktu Arab Saudi.
Almarhumah merupakan jemaah lanjut usia (Lansia) yang tergabung dalam kelompok terbang Kloter 6 BDJ.
Kepala Kemenag Kotim, Nur Wodiantoro mengungkapkan bahwa satu jemaah meninggal dalam usia lanjut dan telah dimakamkan di Mekkah sesuai prosedur pemerintah Arab Saudi.
"Ada satu jemaah haji asal Kacamatan Ketapang yang meninggal dunia. Faktor utama karena sakit, kecapean dan usia lanjut juga. Usianya sekitar 74 tahun,” ujarnya, Rabu (25/6/2025).
Nur juga menyampaikan belasungkawa mendalam dan mengimbau keluarga yang ditinggalkan.
Ia juga berpesan agar keluarga dapat mengikhlaskan kepergian orang tercinta yang wafat dalam keadaan mulia, yakni saat menunaikan rukun Islam kelima.
“Kami turut berduka dan mohon keikhlasan keluarga. Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya.
Sebagai bentuk perlindungan, ahli waris dari jemaah yang wafat akan menerima santunan asuransi.
Asuransi itu sendiri merupakan santunan dari Pemerintah Republik Indonesia (RI).
"Untuk jumlahnya masih di kalkulasi, soalnya itu ada dari asuransi dan Pemerintah RI," tandasnya.
Sebelumnya, suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti halaman Bandara H Asan Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
Bagaimana tidak, pada Rabu (25/6/2025) siang ada sebanyak 215 jemaah haji asal Kotim tiba kembali dengan selamat di Sampit.
Kedatangan para jamaah haji disambut penuh suka cita oleh keluarga, dan sanak famili yang telah menantikan kepulangan mereka.
Hal tersebut dilakukan setelah lebih dari sebulan menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci Mekah.
Terlihat suasana dipenuhi dengan tangis haru, pelukan hangat, dan senyum bahagia dari keluarga yang telah lama menanti, saat pertama kali menginjakkan kaki.
Tak sedikit pula sanak keluarga meneteskan air mata saat melihat orang tua, pasangan, atau anak mereka kembali dalam keadaan sehat setelah menempuh perjalanan spiritual yang panjang. (f1/sb)