Bupati Lamandau Tampilkan Kearifan Lokal di Malam Keakraban Retret Kepala Daerah
SB, NANGA BULIK - Suasana malam keakraban Retret Kepala Daerah di pelataran Gedung Graha Wyata Praja baru-baru ini terasa istimewa dengan penampilan unik Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, yang tampil memukau dalam balutan busana tradisional khas daerah.
Mengenakan batik putih bermotif lokal, dipadukan dengan ikat kepala dan kalung hasil kerajinan masyarakat adat, Bupati Rizky berhasil mencuri perhatian para tamu, termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto.
Busana yang dikenakan Rizky menampilkan tulisan mencolok di bagian depan: “Lamandau Bahaum Bakuba dan Lumbung Padi Orang Dayak”. Kalimat ini tak sekadar hiasan, melainkan representasi kuat dari identitas, semangat gotong royong, dan ketahanan pangan masyarakat Lamandau.
Dalam kesempatan tersebut, Rizky menjelaskan bahwa desain busana tersebut terinspirasi dari visualisasi logo Kabupaten Lamandau. Motif gunung tiga baris melambangkan sejarah terbentuknya Lamandau dari tiga kecamatan serta kondisi geografisnya yang berbukit. Gambar Jurung, rumah tradisional Dayak untuk menyimpan hasil panen, menjadi simbol kekayaan alam dan kearifan lokal dalam mengelolanya.
Sementara tangkai padi yang mengapit desain utama menyiratkan kemakmuran dan ketersediaan pangan. Tulisan “Bahaum Bakuba” di bagian bawah menegaskan nilai-nilai musyawarah dan persatuan yang hidup dalam budaya masyarakat Dayak.
Penampilan Bupati Rizky tidak hanya menjadi pusat perhatian secara visual, tetapi juga menjadi media promosi budaya dan identitas lokal Lamandau di tengah forum nasional yang strategis. (*)