Lewati ke konten utama
Pemko Palangka Raya

Pemko Palangka Raya Dorong Pelestarian Cerita Rakyat sebagai Media Literasi Budaya

Redaksi 04-07-2025, 10:44 WIB 1 menit baca
Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota, Andjar Hari Purnomo menyampaikan sambutan pada pembukaan Lomba Bertutur Cerita Rakyat Kalimantan Tengah. (FOTO:DISKOMINFO)
Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota, Andjar Hari Purnomo menyampaikan sambutan pada pembukaan Lomba Bertutur Cerita Rakyat Kalimantan Tengah. (FOTO:DISKOMINFO)

SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota, Andjar Hari Purnomo, menegaskan pentingnya cerita rakyat sebagai media strategis dalam memperkuat literasi budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada generasi muda.

Pernyataan tersebut disampaikan Andjar saat membuka Lomba Bertutur Cerita Rakyat Kalimantan Tengah, yang digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Palangka Raya, pada Rabu (2/7/2025).

Dalam sambutannya, Andjar menyebut cerita rakyat bukan sekadar hiburan warisan turun-temurun, tetapi sarana edukatif yang sarat pesan moral dan mencerminkan identitas budaya lokal.

“Cerita-cerita seperti asal-usul Danau Sembuluh atau kisah Putri Junjung Buih adalah cermin dari sejarah dan nilai-nilai masyarakat kita. Ini warisan yang tidak boleh hilang di tengah arus globalisasi,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian budaya lisan perlu menjadi perhatian serius, terutama oleh lembaga pendidikan dan keluarga, di tengah derasnya pengaruh teknologi informasi.

Andjar menekankan bahwa mengenalkan cerita rakyat sejak dini dapat menumbuhkan budaya membaca dan mendengar, meningkatkan kemampuan menyampaikan ide secara kreatif, mengembangkan komunikasi dan rasa percaya diri anak, serta mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan.

“Jika kita ingin anak-anak tumbuh cerdas secara emosional dan memiliki akar budaya yang kuat, maka cerita rakyat bisa menjadi jembatan yang menyenangkan,” tambahnya.

Pemerintah Kota Palangka Raya, lanjut Andjar, berkomitmen untuk mendorong pelestarian budaya lokal melalui pendekatan literasi dan pendidikan. Pelibatan aktif generasi muda dalam pelestarian budaya dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk membangun kota yang maju namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur.

“Mari kita hidupkan kembali budaya bertutur, budaya membaca, dan rasa bangga terhadap kearifan lokal. Jangan sampai cerita-cerita kita punah hanya karena kita lalai merawatnya,” pungkasnya. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard