OJK Kalteng Gencarkan Literasi Keuangan bagi Perempuan di Barsel
SB, BUNTOK – Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya di kalangan perempuan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) di Kabupaten Barito Selatan, Selasa (tanggal bisa disesuaikan).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara OJK Kalteng dengan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, PT BPD Kalimantan Tengah, PT Pegadaian, serta Rumah BUMN.
Program ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat khususnya kaum ibu mengenai produk dan jasa keuangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi dan pinjaman online ilegal.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan dan peserta kegiatan atas sinergi dan dukungan terhadap program ini.
“Melalui GENCARKAN, saya berharap tercipta sinergi yang baik antara pemerintah, komunitas, industri, akademisi, dan media dalam menyebarkan edukasi keuangan secara masif, merata, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, juga menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan ini. Ia berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan kaum ibu sebagai pengelola keuangan keluarga.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong para ibu rumah tangga untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan, mewaspadai penipuan, serta memanfaatkan layanan keuangan digital secara tepat,” ujar Khristianto.
“Semoga sinergi ini terus terjaga demi mewujudkan perekonomian daerah yang kuat dan masyarakat yang semakin cerdas secara finansial,” tambahnya.
Rangkaian acara diisi dengan sesi edukatif dari berbagai lembaga. OJK Kalteng menyampaikan materi tentang peran OJK, pentingnya perencanaan keuangan, serta cara menghindari investasi dan pinjaman ilegal. BI Kalteng mengajak peserta untuk Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, sekaligus memperkenalkan penggunaan QRIS dalam mendukung transaksi non-tunai yang aman dan efisien, khususnya bagi pelaku usaha perempuan.
PT BPD Kalimantan Tengah memaparkan pentingnya tabungan, pembiayaan mikro, dan transaksi digital yang aman. Rumah BUMN menjelaskan peran mereka dalam mendukung UMKM lokal, sementara PT Pegadaian memperkenalkan produk gadai resmi dan tabungan emas sebagai solusi keuangan keluarga, serta mengedukasi peserta agar berhati-hati memilih lembaga keuangan.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar manajemen keuangan, tips menghindari penipuan, serta akses layanan keuangan yang aman dan terpercaya. (sb/*)