Lewati ke konten utama
Pemko Palangka Raya

KIM Didorong Jadi Agen Literasi Digital, Diskominfo Palangka Raya Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Redaksi 12-07-2025, 11:26 WIB 1 menit baca
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palangka Raya, Normalasari, saat membuka kegiatan Pelatihan Penulisan Berita bagi anggota KIM. (FOTO:DISKOMINFO)
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palangka Raya, Normalasari, saat membuka kegiatan Pelatihan Penulisan Berita bagi anggota KIM. (FOTO:DISKOMINFO)

SB, PALANGKA RAYA – Dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas literasi informasi agar tetap relevan dan efektif dalam menyebarkan informasi publik.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palangka Raya, Normalasari, saat membuka kegiatan Pelatihan Penulisan Berita bagi anggota KIM, Kamis (10/7/2025).

“Di era digital seperti sekarang, tantangan KIM tidak lagi hanya pada kemampuan mengumpulkan informasi, tetapi juga bagaimana mengemas dan menyebarkannya secara menarik, cepat, serta sesuai dengan etika jurnalistik,” jelas Normalasari.

Menurutnya, KIM berperan strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik.

Ia menegaskan bahwa keberadaan KIM sangat penting dalam membantu masyarakat mendapatkan informasi yang benar, akurat, dan bermanfaat.

Normalasari juga mengingatkan bahwa pola konsumsi informasi masyarakat kini telah berubah drastis ke arah digital. Untuk itu, KIM harus melek teknologi dan memiliki literasi media yang baik, agar tidak tertinggal dan mampu menangkal informasi palsu atau hoaks yang beredar luas di media sosial.

“Harapannya, setelah pelatihan ini anggota KIM bisa menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya layak dibaca, tetapi juga mampu mengangkat potensi lokal, aktivitas masyarakat, dan menjadi rujukan informasi terpercaya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan komitmen Diskominfo untuk terus mendampingi dan mendorong KIM agar tumbuh menjadi agen literasi informasi yang adaptif di tengah kemajuan teknologi.

“KIM harus menjadi motor penggerak masyarakat dalam melawan hoaks dan disinformasi. Ini bukan sekadar soal menulis berita, tetapi juga soal membangun ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Kegiatan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam memperkuat peran KIM sebagai ujung tombak literasi informasi di tingkat lokal. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard