Lewati ke konten utama
Pemkab Seruyan

Wabup Seruyan: Penanaman Jagung Strategis Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

Redaksi 12-07-2025, 02:29 WIB 1 menit baca
Wakil Bupati Seruyan, Supian menghadiri penanaman jagung kuartal III. (FOTO:DISKOMINFO)
Wakil Bupati Seruyan, Supian menghadiri penanaman jagung kuartal III. (FOTO:DISKOMINFO)

SB, KUALA KURUN – Wakil Bupati Seruyan, Supian, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertanian, dan harus mampu dikelola secara optimal guna menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Supian usai menghadiri kegiatan Penanaman Jagung Serentak yang digelar di Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, pada Rabu (9/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara Pemerintah Daerah, pihak kepolisian, dan para petani lokal untuk memperkuat sistem ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

“Jagung merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang memiliki peranan penting. Tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga sebagai sumber penghasilan utama bagi para petani kita,” ujar Supian.

Ia menekankan bahwa meningkatnya jumlah penduduk berdampak langsung pada tingginya kebutuhan pangan. Oleh karena itu, langkah-langkah peningkatan produksi harus menjadi fokus utama semua pihak.

“Kita semua harus berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi pangan, khususnya jagung, sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional,” tegasnya.

Supian menyampaikan bahwa penanaman jagung ini adalah bukti konkret komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian. Pemerintah juga berupaya mendorong inovasi dalam budidaya jagung guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, termasuk pendampingan teknologi dan akses pasar bagi petani.

Pada kegiatan tersebut, penanaman jagung dilakukan serentak di tiga lokasi, yakni Desa Bangkal, Desa Rungau, dan kawasan milik PT Borneo Ikhsan Sejahtera (BIS).

Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi multi-pihak yang dapat direplikasi di wilayah lain dalam upaya membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard