Lewati ke konten utama
Pemko Palangka Raya

Angka Stunting Turun, Pemkot Palangka Raya Gelar Rakor TPPS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Redaksi 25-07-2025, 11:16 WIB 2 menit baca
Bapperida Kota Palangka Raya menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting. (FOTO:PROKOMPIM)
Bapperida Kota Palangka Raya menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting. (FOTO:PROKOMPIM)

SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), yang berlangsung di Aula Peteng Karuhei I, Kantor Wali Kota Palangka Raya, Rabu (23/7/2025).

Rapat tersebut dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, yang mewakili Wali Kota Palangka Raya. Dalam sambutannya, Arbert mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka prevalensi stunting di Kota Palangka Raya mengalami penurunan signifikan sebesar 8,9 persen, dari 28 persen pada tahun 2023 menjadi 19,1 persen pada tahun 2024.

“Capaian ini patut kita syukuri. Namun, ini masih menjadi tantangan besar bagi kita semua. Kolaborasi antarlembaga, instansi, dan masyarakat harus terus diperkuat agar target nasional percepatan penurunan stunting bisa tercapai,” ujarnya.

Sebagai wujud keseriusan, Pemkot Palangka Raya telah menerbitkan Keputusan Wali Kota Nomor 188.45/195/2025 tentang Pembentukan TPPS, yang bertugas mengoordinasikan, menyinergikan, memantau, mengevaluasi, dan melaporkan pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di wilayah kota.

Arbert juga menekankan pentingnya intervensi yang menyasar enam kelompok sasaran utama secara terkonvergensi, sesuai dengan Petunjuk Teknis Aksi Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting. Upaya ini dianggap strategis dalam memastikan kelompok sasaran mendapat layanan yang tepat, menyeluruh, dan berkelanjutan.

“Atas nama Pemerintah Kota Palangka Raya, saya menyampaikan apresiasi kepada Bapperida sebagai koordinator dan pelaksana teknis TPPS. Semoga Rakor ini menjadi pemicu semangat bersama dalam mendukung visi misi Pemkot, khususnya untuk menurunkan angka stunting,” imbuhnya.

Rakor TPPS ini dilaksanakan selama dua hari, 23–24 Juli 2025, dan dihadiri oleh Kepala Perangkat Daerah, Tim Penggerak PKK, serta para Kepala Puskesmas di lingkungan Pemkot Palangka Raya.

Arbert berharap rapat ini mampu memperkuat sinergi lintas sektor untuk menangani stunting secara sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan, sebagai bentuk komitmen bersama membangun generasi Palangka Raya yang sehat, kuat, dan berkualitas. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard