Lewati ke konten utama
Pemko Palangka Raya

Pemko Palangka Raya Pacu Infrastruktur demi Kota yang Nyaman dan Tertata

Redaksi 28-07-2025, 01:49 WIB 2 menit baca
Salah satu pembangunan drainase yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya. (FOTO:MEDIA CENTER PALANGKA RAYA)
Salah satu pembangunan drainase yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya. (FOTO:MEDIA CENTER PALANGKA RAYA)

SB, PALANGKA RAYA - Deru mesin dan aktivitas konstruksi menjadi pemandangan umum di berbagai sudut Kota Palangka Raya sepanjang tahun 2025. Di tengah pesatnya pembangunan, Pemerintah Kota terus mengukuhkan komitmennya untuk menyediakan infrastruktur dasar yang tidak hanya memadai, tetapi juga berkelanjutan. Jalan dan drainase menjadi prioritas utama, seiring dengan cita-cita besar membentuk kota yang nyaman, tertata, dan inklusif bagi semua warganya.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), berbagai proyek strategis dikerjakan dengan intensif. Plt Kepala DPUPR Kota Palangka Raya, Fahrial Anchar, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga bagian dari jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini bentuk nyata keberpihakan pemerintah. Jalan dan drainase adalah urat nadi pelayanan publik. Visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota jelas: infrastruktur adalah prioritas,” ungkap Fahrial, Senin (28/7/2025).

Menurut Fahrial, hingga pertengahan tahun, progres proyek peningkatan jalan telah mencapai sekitar 80 persen, sementara pembangunan dan rehabilitasi drainase berada pada kisaran 30 hingga 60 persen. Ia optimistis seluruh proyek rampung sesuai jadwal.

Sebanyak 49 titik jalan yang tersebar di kawasan strategis menjadi fokus pengerjaan. Ruas-ruas penting seperti Jalan Badak, Mahir Mahar V, Menteng XIX, Tingang, dan Pangeran Samudera, kini tengah mengalami peningkatan signifikan. Tak ketinggalan, perbaikan jalan lingkungan yang mendukung konektivitas antarpermukiman juga terus dilakukan.

Di sisi lain, 19 titik drainase juga menjadi perhatian utama dalam pengendalian genangan air, mencakup wilayah seperti Jalan Embang, Meranti III, Bukit Raya XV, dan Garuda XI. Tak hanya itu, pemeliharaan drainase sepanjang lebih dari 145 ribu meter di enam kelurahan dikerjakan dengan melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) strategi yang bukan hanya efektif, tetapi juga memberdayakan warga secara langsung.

“Program ini bukan sekadar proyek pembangunan. Ini soal menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas genangan,” tambah Fahrial.

Pemerintah Kota Palangka Raya menyadari bahwa membangun kota tak cukup hanya dengan infrastruktur fisik. Karenanya, berbagai program strategis turut dilaksanakan secara parallel mulai dari revitalisasi rumah ibadah ramah anak dan lansia, pelatihan ekonomi kreatif, subsidi modal UMKM, operasi pasar murah, hingga beasiswa pendidikan.

Yang tak kalah penting, menurut Fahrial, adalah kesadaran kolektif warga untuk merawat hasil pembangunan. Pemerintah membuka ruang partisipasi dan mengajak warga ikut menjaga, agar manfaat pembangunan bisa dirasakan dalam jangka panjang.

“Membangun itu tidak hanya soal beton dan aspal, tapi juga soal kebersamaan dan tanggung jawab sosial,” pungkasnya.

Dengan pendekatan yang menyeluruh menggabungkan pembangunan fisik, pemberdayaan warga, dan tata kelola partisipatif Pemerintah Kota Palangka Raya menargetkan hadirnya kota yang maju, tangguh, dan berkelanjutan, dengan warga sebagai pusat kesejahteraan dan kemajuan. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard