Lewati ke konten utama
Pemkab Kapuas

Polemik Pembangunan di Bukit Ngelangkang, Sekda Pastikan Tidak Rusak Tugu dan Betang

Redaksi 30-09-2025, 08:14 WIB 2 menit baca
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Usis I Sangkai didampingi Kepala Dinas PUPR Kapuas Hargatin dan Kepala Dinas Perkim Kapuas Yang Hendrie Ale. FOTO; FADLI/SB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Usis I Sangkai didampingi Kepala Dinas PUPR Kapuas Hargatin dan Kepala Dinas Perkim Kapuas Yang Hendrie Ale. FOTO; FADLI/SB

SB, KUALA KAPUAS – Pembangunan Rumah Toko (Ruko) dikawasan Bukit Ngelangkang yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas menuai polemik karena terkait situs budaya dan sejarah. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Usis I Sangkai, menegaskan pembangunan ruko di kawasan Bukit Ngelangkang sudah menjadi program resmi Pemkab Kapuas, dan memastikan tidak akan merusak tugu maupun betang yang ada di lokasi tersebut.

"Pemerintah justru bermaksud memperbaiki tugu dan bangunan yang ada di sana. Untuk ruang terbukanya, nanti akan kita bangun miniatur sebagai representasi kearifan lokal yang ada di Kabupaten Kapuas," jelas Usis saat diwawancarai usai rapat di Bapperida, pada Senin (29/9/2025).

Menanggapi isu terkait status Bukit Ngelangkang sebagai situs sejarah, Sekda Usis menjelaskan kawasan tersebut belum pernah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah daerah.

"Kalau untuk situs cagar budaya itu bangunan yang sudah dibangun oleh Pemkab kapuas dan yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya itu yang perlu "digaris bawahi" seperti Rumah Betang Seberang yang ada di Sungai Pasah," tegasnya.

"Areanya luas, bagus, dan memang dikelola oleh pemerintah daerah. Sementara Bukit Ngelangkang memang memiliki sejarah di masa lalu, tetapi tidak masuk dalam daftar cagar budaya," lanjutnya.

Terkait mengenai kritikan dari masyarakat, Usis menyampaikan apresiasi dan menghargai setiap kritikan. Karena kritik merupakan bagian dari kontrol sosial yang penting bagi pemerintah dalam menjalankan pembangunan.

"Kami menerima setiap kritikan yang ada karena itu merupakan kontrol sosial untuk kami, agar lebih berhati-hati dalam melakukan pembangunan. Untuk pembangunan tetap berlanjut dengan sedikit ada perubahan," ucapnya.

Sekda menambahkan pengelolaan kawasan tersebut nantinya akan ditangani oleh Dinas Pariwisata. Hal ini diharapkan dapat menjadikan sebagai destinasi wisata yang baru sekaligus menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kapuas.

"Tidak akan ada relokasi untuk tugu dan betang yang ada di Bukit Ngalangkang, Justru Betang dan Tugunya akan kita diperbaiki lagi dan kami pastikan tidak akan merusak kearifan lokal yang ada," terang Usis.

Terkait dinamika yang berkembang ditengah masyarakat, Pemkab Kapuas juga berupaya melakukan komunikasi dengan berbagai pihak. Bahkan pertemuan informal kedepan akan diagendakan dengan melibatkan seluruh organisasi masyarakat di Kapuas.

"Kita sudah komunikasikan untuk melakukan pertemuan informal, dan kedepannya akan kita undang melalui jalur yang ada. Tidak hanya golongan tertentu, tetapi semua elemen masyarakat Kapuas," tandasnya. (f4/sb) 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard