Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Bupati Lamandau Tekankan Transparansi dan Peningkatan Kapasitas dalam Pengelolaan Koperasi

Redaksi 12-11-2025, 02:46 WIB 2 menit baca
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra menghadiri kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian. FOTO:ISTIMEWA
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra menghadiri kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian. FOTO:ISTIMEWA

SB, NANGA BULIK - Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan transparansi dalam pengelolaan koperasi sebagai fondasi utama untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berkeadilan.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Lamandau, bertempat di Aula BPKPD Lamandau, Rabu (12/11/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Rizky Aditya menjelaskan bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga merupakan gerakan sosial yang memiliki peran besar dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan pembinaan dan arahan bagi seluruh anggota, pengurus, pengawas, serta karyawan koperasi agar pengelolaan dapat berjalan sehat, mandiri, dan berdaya saing," ujarnya.

Bupati menekankan bahwa keterbukaan dan transparansi merupakan kunci utama dalam menjaga kepercayaan antaranggota koperasi. Menurutnya, kurangnya transparansi sering kali menjadi sumber konflik internal maupun eksternal dalam tubuh koperasi.

"Koperasi yang sehat adalah koperasi yang dikelola secara terbuka dan akuntabel. Dengan transparansi, anggota akan merasa memiliki dan ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan koperasi," tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap agar melalui pelatihan ini para peserta dapat memperkuat pengetahuan dan keterampilan manajerial, memperbaiki sistem pengelolaan keuangan, serta menumbuhkan kultur musyawarah dan gotong royong dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di lingkungan koperasi.

Bupati juga mengingatkan bahwa koperasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan transformasi ekonomi global.

Sementara itu, Kepala DKUKMPP Lamandau, Penyang, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia koperasi, khususnya dalam memahami kebijakan umum perkoperasian, regulasi terbaru, serta penyusunan laporan keuangan berbasis digital melalui aplikasi E-Koperasi.

"Kami ingin pengurus dan pengawas koperasi di Lamandau mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, memiliki mindset kewirausahaan, serta berinovasi dalam pengembangan koperasi," ungkap Penyang.

Selain pelatihan, kegiatan ini juga dirangkai dengan program pemberdayaan dan perlindungan koperasi yang wilayah keanggotaannya berada di Kabupaten Lamandau. Hal ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam memperkuat gerakan koperasi yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap koperasi dapat menjadi penggerak utama perekonomian daerah, sekaligus wadah pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi kesenjangan ekonomi.

"Kita ingin koperasi di Lamandau menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang berdaya saing, modern, namun tetap berlandaskan nilai-nilai kebersamaan dan kejujuran," tutup Bupati. (sb)

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard