Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Wabup Lamandau Hadiri Rakor Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Kalteng Tahun 2025

Redaksi 21-11-2025, 09:47 WIB 1 menit baca
Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid ketika menghadiri Rakor Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025 tingkat provinsi. (FOTO:ISTIMEWA)
Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid ketika menghadiri Rakor Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025 tingkat provinsi. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025 yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada Kamis (20/11/2025) di Aula Kantor Bapperida Provinsi Kalteng.

Rakor yang dipimpin Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah percepatan penanganan kemiskinan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah. Melalui forum ini, setiap daerah diharapkan dapat mengoordinasikan program dan memastikan efektivitas pelaksanaannya di lapangan.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Abdul Hamid memaparkan kondisi terkini kemiskinan di Kabupaten Lamandau tahun 2025.

Ia mempresentasikan perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) beserta komponennya, seperti rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, dan angka harapan hidup. Berbagai indikator tersebut menunjukkan tren positif yang mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat Lamandau.

Wakil Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamandau pada tahun 2025 menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan, mulai dari perlindungan sosial, peningkatan keterampilan tenaga kerja, penguatan UMKM, pelayanan administrasi kependudukan, bantuan pendidikan, hingga dukungan sektor pangan.

“Seluruh program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, mulai dari Dinas Sosial, Disnakertrans, Disdukcapil, DKUKMPP, Disdikbud, hingga Dinas Pertanian,” ujarnya.

Abdul Hamid juga menekankan pentingnya sinkronisasi data kemiskinan antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat guna memastikan ketepatan sasaran program.

Ia menyampaikan bahwa penanganan kemiskinan tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat, perluasan peluang ekonomi, serta penguatan pembangunan manusia secara berkelanjutan.

“Dengan data yang valid dan program yang terintegrasi, kita berharap upaya pengentasan kemiskinan di Lamandau dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard